| Senin, 28 Mei 2007 | KEDU & DIY |
Hama Keong Emas Tak Terkendali
PURWOREJO - Keong emas yang menyerang tanaman padi muda (SM, 26/5), ternyata tidak hanya meresahkan petani di wilayah Kecamatan Ngombol dan Bayan. Serangan hama itu makin tak terkendali di wilayah Kecamatan Purwodadi. Ratusan hektare tanaman padi di wilayah itu terserang keong emas sejak satu minggu lalu. Beberapa lahan yang terserang antara lain di daerah Desa Banjarsari, Karangsari, Kebonsari, Bubutan, dan Sidoarjo. Seorang petani di Desa Karangsari, Sudiman, mengungkapkan, padi yang terserang keong emas pasti mati. Pasalnya, daun padi dimakan hingga bagian pangkal. "Yang sudah termakan biasanya langsung kuning dan lama-lama mati," ujarnya. Serangan keong emas di desanya baru pertama kali dalam sepanjang sejarah. Dia tidak tahu persis penyebab kemunculan banyak keong emas tersebut. "Dulu yang terserang hanya Purwosari. Tapi sekarang merembet ke Karangsari," tandasnya. Lahan persawahan di kedua desa tersebut hanya dibatasi jalan yang lebarnya tidak lebih dari empat meter. Petani lain, Muh Rois, menambahkan, bukan hanya padi yang sudah ditanam yang dimangsa keong emas. Benih padi petani yang baru disebar juga tidak luput dari serangan hama itu. "Kami pikir hanya memakan yang sudah ditanam. Ternyata benih juga ikut diserang," ujarnya, mengungkapkan kekagetannya saat mendapati ratusan keong emas di sekitar benih padinya yang baru saja ditanam. Keong emas menyerang tanaman padi para petani pada sore dan malam hari. Pada siang hari keong emas biasanya bersembunyi di balik lumpur, karena tidak tahan panas sinar matahari. Populasi keong emas di wilayah itu sudah sedemikian banyak. Bahkan, dalam semalam bisa menghabiskan satu hektare padi. Petani di wilayah itu sudah tambal-sulam padi dua kali. "Tapi ya dimakan terus," katanya. Pasrah Para petani hanya bisa pasrah menerima keadaan. Mereka belum mengetahui cara mengatasi hama itu. Yang bisa dilakukan petani hanya membuangi keong emas dari lahan. "Setiap hari kerjaannya hanya membuangi keong emas dari sawah. Tapi paginya sudah banyak lagi," ujar petani lain, Suwahid. Dia mengungkapkan, dalam satu iring lahan padi (2.000 m2) populasi keong emasnya bisa mencapai 10 kilogram. Para petani mengemukakan, serangan hama tersebut belum pernah ditinjau Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purworejo. Mereka berharap ada peninjauan untuk pendataan. "Kalau bisa dicarikan cara untuk mengatasinya," pinta Suwahid. Kenyataan serangan keong emas itu berbeda dari penjelasan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Jumali. Sebelumnya dia mengatakan, serangan keong emas di Purworejo tidak begitu banyak. "Keong emas bisa diatasi dengan obat," katanya tanpa menyebutkan obat itu. (nur, J1-66) |