logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Mei 2007 BANYUMAS
Line

pertanian

Panen Raya Banyumas Surplus 31.000 ton

  • Oleh: Khoerudin Islam

MUSIM hujan yang intensitasnya tak terlalu tinggi tahun ini, ternyata membawa berkah bagi para petani di eks karesidenan Banyumas. Kualitas produksi padi di wilayah itu bagus dan mencapai surplus 31.000 ton.

''Jika musim hujannya lama, petani malah kecewa. Karena padi sering roboh diterpa hujan dan angin, kualitas padinya turun dan harga jualnya malah jatuh,'' kata Bambang Riyadi, petani dari Susukan, Banjarnegara.

Musim panen di areal sawah lembah Serayu, menurut Bambang, sekarang bisa sepanjang tahun. Ini berkat irigasi yang bagus, sehingga dapat menjamin pasokan air yang cukup bagi petani.

''Kalau kemaraunya tidak terlalu lama, panen padi bisa setiap saat,'' kata Sartono petani dari Kutasari, Purbalingga.

Sejumlah petani di wilayah Banyums, Sokaraja, Kebasen, Wangon, Sampang dan Purwonegoro, kini sebagian ada yang sedang memanen. Sebagian lagi sudah mulai membajak sawah untuk kemudian kembali menanam padi.

Dia menambahkan, harga jual gabah kering panen kini mencapai Rp 1.850 per kilogram. Untuk gabah kering giling bisa mencapai Rp 2.300 sampai Rp 2.400 per kilogram. Harga itu tergantung kadar air, kotoran dan kualitas padi. ''Makin bagus padinya, harganya makin mahal,'' kata Fathurromah, manajer KUD Patikraja.

Petani Banyumas. Menurutnya, saat ini petani sedang menikmati harga jual gabah yang cukup bagus. Mereka juga bisa menjual beras dengan harga yang stabil sehingga tidak merasa rugi. Beras jenis IR dijual pada kisaran Rp 3.850 sampai Rp 3.900 per kilogram.

Untuk beras sejenis Cimalaya yang rasanya pera, harganya bisa lebih murah. Namun selisih harganya tidak terlalu jauh, paling banter hanya Rp 50 per kilogram. Penggemar beras jenis itu, kebanyakan orang pegunungan, orang yang tinggal di lereng bukit, dan tidak punya sawah.

Fathurrohman menjelaskan, pada musim panen sekarang ini kadar air padi dari Banyumas cukup tinggi. Rendemennya mendapai 50 persen, artinya untuk satu kwintal gabah, bila digiling paling banter hanya menghasilkan 50 kilogram beras.

Panen sekarang Banyumas surplus beras 31.000 ton, dengan areal sawah yang sedang panen mencapai 4.000 hektar. Tiap hektar sawah mampu menghasilkan padi rata-rata emat ton. Karena surplus, beras Banyumas membanjiri pasar induk di Cipinang, Jakarta. (74).


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA