| Senin, 21 Mei 2007 | SALA |
langgamSeorang Meninggal Diduga Flu BurungWONOGIRI- Warga di Dusun Semangkahlor Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko, belakangan ini merasa panik, menyusul adanya kematian warga yang diduga terserang flu burung. Korban tewas bernama Setya Indratsih (5). Dia meninggal setelah mengalami sakit sesak napas dan demam. Dari tanda-tanda kesakitan yang dialami korban, ada kecenderungan dia diduga terserang virus Avian Influenza (AI). Indikasi terserang AI ini, diawali derita demam dan sulit bernapas yang terjadi Selasa (16/5) lalu. Oleh orang tuanya, dia segera diobatkan ke Puskesmas I Eromoko, tapi tidak juga mereda. Sehari kemudian diobatkan ke RS Dharma Medika Eromoko, tapi kemudian dirujuk ke RS dokter Oen Surakarta, dan selanjutnya dirujuk lagi ke RS dokter Muwardi Solo, tapi hari Kamis (17/5) korban meninggal. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, dokter AUG Jarot Budiharso, Minggu (20/5), meragukan korban tewas karena terserang AI. "Mencermati gejala derita serangannya yang singkat tapi mematikan itu, bisa jadi bukan karena flu burung," ujarnya.(P27-42) Balai Persis Difungsikan SOLO - "Kantor baru, semangat baru". Moto itu terpampang pada layar lebar yang digelar pada slup-slupan Balai Persis di Jalan Gajah Mada 73 Solo, Sabtu (19/5) malam. Tulisan tersebut muncul bergantian dengan pemutaran potongan-potongan rekaman perjalanan skuad Laskar Sambernyawa, mulai Divisi I hingga putaran pertama kompetisi Divisi Utama. Seluruh pemain Persis hadir pada acara tersebut. Jajaran pengurus, manajemen, serta tokoh-tokoh sepak bola pun diundang pada acara yang dilanjutkan nonton bareng final Piala FA antara Manchaster United versus Chelsea itu. Istilah slup-slupan dipilih, karena gedung di sudut perempatan Ngesus itu pernah digunakan, namun vakum sekitar tiga tahun terakhir. Manajemen baru di bawah kepeminpinan Waseso lalu berinisiatif merehabilitasi dan kini difungsikan kembali. "Rehab ini terwujud atas kepedulian beberapa kalangan yang menyumbang berbagai bahan bangunan, seperti cat, lantai keramik dan kebutuhan lain. Kini, Persis punya sekretariat yang jelas," kata Waseso. Yang jelas, identitas tim sepakbola yang lahir tahun 1923 itu kini semakin terlihat di Kota Bengawan. Wakil Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo yang juga Ketua Umum Persis mengucap syukur atas rehab balai tersebut. Lebih-lebih biaya pemugarannya tanpa mengurangi anggaran Persis, yang kini juga dibekap problem kekurangan dana. (D11-50) Penemuan Mayat Gemparkan Warga SRAGEN - Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas dengan luka tusukan di punggung, pukul 06.00 kemarin ditemukan warga. Penemuan itu menggemparkan warga Gerdu, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Korban mengalami luka tikaman di bagian punggung, pelipis kiri memar dan luka bacok di kaki kanan. Di samping korban ditemukan barang bukti mesin pompa penyedot air, game watch, tang, obeng dan cutter (pisau pemotong). "Korban tidak membawa identitas apa pun saat ditemukan," tutur Kasat Reskrim AKP Parni Handoko SH di lokasi penemuan mayat Dukuh Gerdu, Desa Duyungan, kemarin. Kasat Reskrim menjelaskan, dua saksi Umi (48) dan Sakem (45) buruh penyortir cabai Usaha Dagang (UD) Sukses yang berjalan kaki meniti tepian lintasan rel kereta api di Dukuh Gardu, Desa Duyungan yang menemukan sosok mayat itu. Dalam tempo singkat, ratusan warga Desa Duyungan sudah mengerubuti lokasi penemuan mayat itu. Banyak penonton ingin melihat sosok mayat lelaki yang diperkirakan berumur 46 tahun itu. Petugas Polsek Sidoharjo dan Polres Sragen yang dihubungi warga segera tiba di lokasi penemuan. Lelaki yang diberi kode Mr X itu kemudian dikirim ke Labfor UNS untuk di autopsi. Dugaan yang berkembang di tengah masyarakat, pelaku diduga pencuri mesin pompa air yang tertangkap warga kemudian dihabisi. (nin-67) Monumen Gempa Diresmikan Presiden KLATEN- Monumen Lindhu Gedhe yang dibangun untuk memperingati tragedi gempa bumi 27 Mei akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pekan ini. Direncanakan, Presiden akan meresmikan bangunan di depan SDN 03 Sengon, Kecamatan Prambanan itu, Sabtu (26/5). Bangunan seluas 1.500 m3 itu berupa prasasti dengan bentuk bangunan mirip gapura. Berada di bawah perbukitan kapur perbatasan wilayah Gunung Kidul, monumen itu berdiri megah dengan halaman yang luas. Di lokasi itu juga pada tanggal 27 Juli, Presiden mencanangkan dimulainya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa. ''Rencananya memang Presiden yang akan meresmikan setelah ada acara di Yogyakarta,'' ujar Kepala Sekolah SDN 03 Sengon, Sri Suhartini, Sabtu (19/5). Dari hasil rapat terakhir memang Presiden direncanakan hadir bersama beberapa menteri. Sejauh ini, persiapan di lokasi sudah dilakukan dan pembangunan terus diselesaikan. Namun, dia tidak mengetahui pasti detail bangunan karena semua ditangani langsung oleh Pemprov. Penyelesaian monumen itu dilakukan setelah dua gedung SD baik SDN 03 dan SDN 04 selesai dibangun. Saat ini, semua murid sudah tidak ada yang belajar di sekolah darurat seperti pascagempa. Gedung SD dan monumen berada di satu kompleks. (H34-42) |