| Senin, 21 Mei 2007 | SALA |
Guru Bantu Gelar Aksi, Tuntut Revisi PP 48KLATEN - Puluhan guru bantu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia (FKGBI) Kabupaten Klaten, Minggu (20/5) siang menggelar aksi simpatik dengan mendirikan tenda di depan Kompleks Kantor Pemkab setempat. Aksi itu digelar untuk mendukung rekan-rekan mereka yang hendak menemui Menpan guna menuntut revisi PP 48/ 2005, sehingga mereka bisa diangkat menjadi CPNS 2007. Aksi yang diikuti oleh guru bantu yang mayoritas ibu rumah tangga itu tidak ada orasi atau poster. Mereka duduk-duduk bersama di depan pintu masuk Pemkab. Sebagian lainnya memasang tenda yang akan digunakan untuk aksi sampai tanggal 5 Juni nanti. "Kami digaji dari APBN mestinya ada perhatian pemerintah," ujar Endang, guru TK Jatimulyo, Pedan. Ibu dua anak itu mengatakan meski dia digaji Rp 710.000/bulan, namun tetap belum merasa tenang. Sebab, dia juga belum mendapat jaminan layaknya PNS. "Rencana pemerintah mengangkat tenaga honorer menjadi CPNS kami nilai tidak mengindahkan aspirasi guru bantu. Mestinya di PP tentang pengangkatan honorer sebagai CPNS itu guru bantu juga disebut. Sebab, kami juga sudah puluhan tahun mengabdi." Ketua FKGBI Klaten, Gunawan Wahid Hasyim mengatakan aksi itu selain untuk mendukung rekan-rekan sesama guru bantu yang berangkat ke Jakarta Senin (21/5) juga untuk menyambut Hari Kebangkitan Nasional. "Kami tidak akan demo macam-macam tetapi hanya mengadakan aksi simpatik," ujar dia. Menurut dia, tenda akan didirikan sampai tanggal 5 Juni. Selain aksi simpatik juga akan diisi dengan donor darah di tenda setiap hari Senin dan Kamis. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mujaeroni SH saat ini Pemkab masih menunggu pemerintah pusat. "Jadi kami akan ikuti aturan pemerintah pusat," tegasnya. (H34-50) |