| Senin, 21 Mei 2007 | SALA |
Sejumlah Karyawan Salon Diamankan
SERENGAN-Jajaran Poltabes Surakarta menggerebek sejumlah salon yang diduga menjalankan bisnis prostitusi. Tiga salon plus yang berlokasi di Tipes, Kalilarangan terjaring operasi pekat oleh petugas Poltabes Surakarta, Sabtu (19/5) siang. Tiga belas wanita pelayan atau kapster plus dan sejumlah lelaki hidung belang diamankan dari lokasi tersebut. Di salah satu salon, polisi menangkap basah seorang lelaki hidung belang sedang asyik bermain di kamar pelayan salon. Bahkan masih di salon tersebut, seorang pria berinisial Gon (37) asal Jebres yang mengaku sebagai PNS diketahui sedang asyik bercengkrama dengan para pelayan salon. Razia tiga salon kecantikan yang disebut-sebut sering dipakai untuk bisnis esek-esek itu menyusul laporan warga. Sebab keberadaan salon di tengah perkampungan itu meresahkan warga sekitar. Polisi yang mendapat informasi dari warga tidak tinggal diam. Kali pertama Salon G di Jalan Kusuma Wijaya yang menjadi target operasi. "Saat kami cek, ternyata benar salon tersebut tidak hanya melayani masalah kecantikan melainkan juga pria hidung belang," tegas Kapolsektabes Serengan AKP Heru Setyaningsih, kemarin. Di salon plus tersebut, petugas membawa satu pasangan mesum beserta lima perempuan. Petugas juga mengamankan tiga pria berinisial Bon (41) pengusaha asal Sanggrahan, Grogol, Gon (37) asal Jebres dan Ren (31) asal Jebres. Beberapa karyawan salon membantah tidak menjalankan aktivitas seks secara komersial di tempat itu. "Saya hanya kapster salon. Beberapa pria yang berada di salon hanya bermain karena mereka sudah saya kenal sejak lama," papar salah satu pelayan salon Fransisca (30) asal Sangkrah, Pasarkliwon kepada petugas. Membantah Dalam operasi di Salon D yang berdekatan dengan salon pertama, tiga pelayan salon diamankan petugas dan seorang lelaki yang sedang asyik masyuk. Karyawan salon di tempat itu membantah kalau salonnya digunakan untuk ajang seks komersial. "Kalau ada pria pelanggan yang potong rambut lalu mengajak berbincang apa salahnya. Saya memang menunggu teman-teman untuk membicarakan rencana kepindahan tempat usaha karena salon yang ditempati hampir habis masa kontraknya," tutur seorang kapster, Dina (37) kepada petugas. Sedang di Salon GB, polisi mengamankan sejumlah karyawan untuk dimintai keterangan. Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto mengatakan, saat ini pihaknya masih mendata dan memeriksa para karyawan salon maupun para tamu yang diduga menjalankan aktivitas esek-esek. (G11-67) |