logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 RAGAM
Line

Kolibri, Burung Pengisap Madu

INDONESIA termasuk salah satu negara yang memiliki kekayaan fauna terbesar di dunia. Untuk satwa yang termasuk dalam kelas Aves (unggas) saja sudah tak bisa dihitung lagi. Salah satunya adalah kolibri.

Seperti apakah kolibri? Burung ini berukuran kecil, dan mempunyai bulu-bulu yang indah. Di alam bebas, kolibri senang mendekati tanaman yang berbunga. Seperti kupu-kupu dan kumbang, burung ini mengisap madu.

Itu sebabnya, kolibri juga sering dijuluki sebagao burung sesap madu. Selain madu, buah-buahan menjadi kegemarannya. Terutama buah berukuran kecil seperti kelengkeng, kersen, dan anggur. Ia juga pemakan serangga-serangga kecil dan kroto.

Populasinya di alam bebas masih banyak. Biasanya para penangkap burung mencarinya di Ambarawa, Magelang, Salatiga, dan daerah selatan lainnya yang banyak ditumbuhi tanaman buah. Mereka kemudian menjualnya ke pasar-pasar burung terdekat.

Ocehannya yang aneh, seperti gemericik dan ngerol panjang, membuat para kicau mania tertarik menggunakannya sebagai burung master. Kemerduan suaranya tak sebanding dengan ukuran tubuhnya yang hanya sepanjang 5 cm.

Warna Bulu

Jantan dan betina bisa dibedakan dari warna bulu. Kolibri jantan memiliki bulu sambeliler (warna-warni). Sedangkan yang betina hanya memiliki satu warna saja. Sebagai burung pengisap madu, kolibri dibekali dengan paruhnya panjang dan kecil seperti lidi.

Ada dua jenis kolibri di Indonesia. Yaitu kolibri dengan warna bulu sambeliler, serta kolibri kuning (sunbird). Warna kuning ini biasanya dijumpai di bagian kepala, punggung, dan dada. Sedangkan ekor berwarna hitam.

Pemeliharaan burung ini relatif mudah. Sediakan sangkar kecil berukuran 20 x 25 cm. Sebagai pengganti madu, sediakan air yang dicampur gula. Makanan rutin berupa pisang dan voer.

Berapa sih harganya? ''Saya pernah menjual seekor kolibri seharga Rp 250.000,'' kata Darno, pedagang burung-burung kecil di Pasar Karimata Semarang.

''Tetapi burung itu memang sudah bocor (sudah rajin berkicau), dan ngerol,'' tambahnya. (Arief Ismeidi-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA