| Senin, 21 Mei 2007 | RAGAM |
Cokelat, si Manis yang MenyehatkanCOKELAT ? Mmm...siapa pun pasti menyukainya. Kini beragam bentuk sajian cokelat tersedia, mulai dari cokelat batangan, bola-bola, juga campuran kue, tart, susu, es krim, selai, permen, dan lain-lain. Bagi sebagian kalangan, cokelat juga sering dipakai sebagai simbol menyatakan cinta, kasih sayang, atau sekadar memberi perhatian lebih bagi orang-orang tertentu. Kata cokelat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec), yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya Dewa Pertanian telah mengirim cokelat dari surga kepada mereka. Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528. Oleh bangsa Spanyol, minuman pahit ini dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Cokelat lalu me-nyebar ke Prancis, Belanda, dan Inggris. Tahun 1765, untuk kali pertama berdiri pabrik cokelat di Massachusetts, AS. Anak-anak, remaja, serta orang dewasa menyukainya, karena rasanya yang manis, yummy, dan memiliki aroma khas. Sebagai makanan, cokelat termasuk jenis candy atau dessert. Kandungan lemaknya minimal dua persen, terdiri atas lemak jenuh dan tak jenuh. Sedangkan komposisi asam lemaknya terdiri atas asam stearat (26 %), palmitat (27 %), asam oleat 32 %, dan lain-lain (15 %). Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Begitu pun cokelat. Jika mengkonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan gigi berlubang, rusak, dan busuk. Efek negatif lainnya adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Lemak cokelat termasuk lemak jenuh, yang potensial membahayakan kesehatan dan memiliki kalori relatif tinggi. Namun cokelat juga memiliki pengaruh positif bagi kesehatan tubuh. Jika mengkonsumsinya secara rutin, bisa membuat tubuh lebih bugar. Tentu dengan takaran yang dianjurkan, dan tidak berlebihan. Flavonoid Cokelat murni (dark chocolate) mengandung berbagai bahan yang berguna bagi kesehatan tubuh. Menurut temuan terbaru, cokelat adalah sumber zat bioaktif antioksidan polifenol, khususnya flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Sumber makanan lain yang banyak mengandung flavonoid adalah bawang bombay, apel, anggur, bluberi, dan teh. Lebih dari 4.000 jenis struktur flavonoid telah ditemukan. Biji cokelat juga mengandung banyak monomer epicatechin (flavanol), dan molekul procyanidins (bentuk polimer). Beberapa studi epidemiologi menunjukkan, konsumsi anggur merah, teh dan makanan lain yang kaya flavonoid berhubungan erat dengan rendahnya angka kematian akibat penyakit jantung koroner. Kandungan penting lainnya adalah theobromine dan kafein. Keduanya dikenal memberi efek terjaga bagi yang mengkonsumsinya. Karena itu, apabila Anda mengantuk di bandara atau menunggu antrean, makan saja cokelat. Senyawa caffeine dan theobromine dalam cokelat juga memberi efek good feeling (antidepresi dan stimulan). Theobromine bisa menstimulasi sistem pusat otak untuk mempermudah otot melakukan gerakan. (Dela SY, dari berbagai sumber-32) |