| Senin, 21 Mei 2007 | RAGAM |
Telur Rekayasa untuk VegetarianTren rekayasa bahan pangan mulai berbelok. Semula mengutamakan produktivitas, kini berubah dengan menciptakan bahan pangan yang sehat. INDUSTRI peternakan ayam petelur (layer), misalnya, telah lama menciptakan telur ''reka-yasa'' yang mengandung zat-zat menyehatkan. Misalnya telur rendah kolesterol, telur vegetarian, telur vitamin A, dan telur omega 3. Harganya memang lebih mahal daripada telur ''biasa''. Telur-telur rekayasa ini biasanya diminati konsumen dari kalangan menengah ke atas. Menurut Divison Head Fresh Food Alfa Semarang, Mujiono, angka penjualan telur rekayasa relatif tinggi, meskipun belum bisa mengungguli jumlah permintaan telur biasa. ''Mungkin karena harganya sedikit lebih mahal,'' ujarnya. Telur rekayasa dikemas dalam suatu paket yang berisi 10 butir. Harga satu paket sekitar Rp 14.000. Mujiono menambahkan, biasanya suplier mengirim 24 paket per minggu, dan selalu habis terserap pasar. Namun penambahan stok terkendala sistem penjatahan. Sebenarnya, apa sih kele-bihan telur rekayasa? Telur Vegetarian Kolesterol telah lama mejadi momok manusia. Sayangnya, senyawa lemak tidak jenuh itu justru banyak terkandung dalam makanan kaya protein seperti telur dan daging. Untuk mengatasi persoalan ini, para produsen makanan kemudian memproduksi telur vegetarian, yang dihasilkan dari ayam yang hanya diberi pakan nabati. Jadi tidak ada konsentrat yang antara lain terbuat dari tepung tulang, ikan rucah, dan bahan-bahan hewani lainnya. Bagaimana produksi telur bisa dipacu jika, sementara kebutuhan kalsium biasanya dipasok dari tepung tulang dan ikan? Untuk telur vegerarian, ayam tetap hanya diberi pakan nabati seperti kedelai. Suplemen kalsium juga diberikan, namun dari hasil olahan batu gamping. Jika ayam tidak diberi pakan he-wani, apakah telurnya rendah kolesterol? Secara alami, kolesterol dalam telur diperlukan untuk pertumbuhan embrio. Jadi komposisi gizi dalam telur tak mudah diubah. Sejauh ini, telur vegetarian mengandung 150 mg kolesterol, sekitar 25 persen lebih rendah dibanding telur biasa. Untuk mengurangi kandungan ko-lesterol, meski tidak terlalu drastis, ayam mendapat ransum niasin dosis tinggi (10 kali dosis biasa). Metode lain yang juga efektif ada-lah memberikan biji-bijian seperti ja-gung dan beras, bahkan ampas buah merah dan bekatul. Selain bisa mengurangi kolesterol, juga meningkatkan kadar Omega-3 dan Omega-6. Omega-3 banyak terkandung dalam minyak ikan. Tetapi orang cenderung tidak suka makan minyak ikan karena amis. Nah, sebagai solusi, Omega-3 ''dititipkan'' melalui hewan lain, termasuk ayam. Melalui pakan, Omega-3 dipindah ke tubuh ayam, baik pada daging maupun telurnya. Inilah asal-muasal telur omega yang banyak dijumpai di pasaran. Untuk mencapai dua sasaran itu, yaitu rendah kolesterol dan kaya omega, ayam dicatu menu berserat. Lebih bagus lagi kalau dipelihara secara liar, agar makanannya bervariasi. Selain dua produk tersebut, ada lagi telur yang diklaim kaya vitamin A. Telur ini dihasilkan dari ayam yang diberi provitamin A (karotenoid) dari jagung dan ampas buah merah. Ciri telur kaya vitamin A adalah warna kuningnya bersemu kemerahan. (Joko S-32) |