| Senin, 21 Mei 2007 | PANTURA |
33 Ha Pantai Diklaim Warga
KAJEN- Sebanyak 33 hektare lahan di sekitar obyek wisata Pantai Depok, Siwalan, Kabupaten Pekalongan sampai saat ini masih diklaim warga. Akibatnya, Kantor Pariwisata kesulitan mengembangkan objek wisata itu. Pernyataan itu ditandaskan Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan M Avib, Minggu (20/5). Ketidakjelasan status lahan, kata dia, masih jadi kendala pengembangan objek wisata. "Lahan yang bisa kami kelola hanya 1 ha, sisanya masih diklaim warga," tegasnya. Sebagian lahan, yaitu sekitar 19 ha diklaim warga Desa Depok, sedangkan 14 ha lainnya diklaim milik warga Blacanan, Siwalan. "Warga khawatir pengembangan wisata akan membunuh pekerjaan mereka sehingga mereka belum mau melepaskan sepenuhnya pengelolaan lahan itu," tandas Avib. Pihaknya tambah dia, sudah beberapa kali berdiskusi dan komunikasi dengan warga, namun belum ada hasilnya. "Pembahasan masalah itu akan dilanjutkan seusai pilkades," tegasnya. Jika Pemkab bisa mengelola seluruh lahan itu, Avib menjanjikan tetap akan merangkul dan memberdayakan warga sekitar khususnya para petani melati. "Jika seluruh lahan bisa dikelola, kami siap mengembangkan objek wisata ini secara komprehensif dan lebih bagus lagi," tuturnya. Soal minimnya sarana, seperti kamar mandi yang layak lengkap dengan air bersih dan fasilitas listrik diakui memang belum ada. "Kami tak berani memenuhi fasilitas listrik dan air jika belum ada kejelasan pengelolaan lahannya," paparnya. Bersih dan Asri Pengunjung yang ditemui Suara Merdeka menyayangkan pengelolaan wisata di Depok yang terlihat setengah-setengah. Padahal Pantai Depok punya banyak keunggulan. Selain pantainya landai dan luas, kondisi sekitar pantai juga masih bersih dan asri. Kondisi pantai yang landai dan ombak yang tidak terlalu besar menjadikan Pantai Depok itu sering didatangi warga yang ingin mandi dan rekreasi. Namun banyak yang kecewa karena tidak adanya sarana air bersih yang memadai untuk membilas seusai mandi di pantai. "Jika sarananya ditambah khususnya kamar mandi dan air bersih, pantai ini bisa jadi primadona baru di jalur Pantura," tandas Yanti (25), pengunjung asal Semarang yang sengaja mampir ke objek wisata itu.(G16-52) |