logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 OLAHRAGA
Line

PSIS dan Persijap Wakili Jateng

  • Liga Remaja U-18

JEPARA- PSIS Yunior Semarang dan Persijap Yunior Jepara menjadi wakil Jateng ke Putaran Nasional Zona Jawa Kompetisi Liga Remaja U-18 Piala Suratin. Dalam babak empat besar kemarin, PSIS menang 3-1 atas PSISra Sragen di Stadion Citarum Semarang.

Pada waktu yang sama di Stadion Kamal Djunaidi, Jepara, Persijap menundukkan Persis Solo 2-0.

Penyerang Pamungkas Yuli membuka keunggulan pada menit ke-15, memanfaatkan umpan crossing.

Playmaker M Darusman menambah keunggulan pada menit ke-85 melalui sundulan.

Tuan rumah nyaris membukukan dua gol lagi melalui striker paling subur M Farikhin. Namun, bola hasil sundulan dan tendangannya mengenai tiang dan mistar gawang.

Rapi

Persijap mengurung Persis pada 15 menit awal babak pertama. Tim tamu bisa bangkit dan mengimbangi permainan.

Tetapi, serangan-serangan mereka sering patah karena rapinya lini pertahanan Persijap yang diisi Alex Fauzi, Abdul Latief, dan Novi Kumaidi.

Hasil tersebut makin membuktikan ketangguhan anak-anak Jepara. Mereka selalu menang dalam delapan pertandingan.

Barisan pertahanannya juga kokoh, karena hanya kebobolan dua gol melalui titik penalti. Itu ditopang produktivitas 22 gol ke gawang lawan.

"Anak-anak dalam semangat tinggi, sehingga mereka berhak atas tiket zona Jawa ini," kata Pelatih Punto Wiyono

Pelatih Persis Yunus Mochtar mengakui para pemainnya ditekan ketat lawan. "Hasil ini memang mengecewakan. Namun kami tetap memuji semangat anak-anak," katanya.

Khawatir

Di Stadion Citarum, dua dari tiga gol PSIS Yr disumbangkan oleh Johan Yoga Utama, pemain depan asal Diklat Ragunan Jakarta. Masing-masing tercipta pada menit keenam dan ke-78. Satu gol lainnya dicetak Adi Rumiyanto menit ke-57.

Satu - satunya gol tim tamu dibuat Dimas Galih pada menit ke-59. Kemenangan ini sekaligus menjawab keragu-raguan Pelatih Laswarno. Dia khawatir pada pertandingan penentuan tersebut, akan terjadi antiklimaks.

"Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Justru sebaliknya, mental bertanding para pemain bertambah. Main seperti itu yang kami harapkan," jelasnya, seusai pertandingan.

Johan yang dalam partai sebelumnya sengaja disimpan, ternyata bisa memenuhi target. Remaja asal SSB Sambirejo itu tampil mengesankan.

"Saat menang 6-0 atas Purbalingga, dia tidak kami pasang. Ternyata strategi itu berhasil, karena kami tidak mengingikan perpanjangan waktu yang berlanjut sampai adu penalti," tandasnya.

Total dari 10 pertandingan, Ipan Priyanto dkk tidak pernah kalah. Mereka memasukkan 34 gol, dan hanya kemasukan dua gol.

"Di tingkat nasional nanti, PSIS akan bergabung di Grup V Jawa, sedangkan Persijap di Grup VII, tempatnya akan ditentukan kemudian," jelas Wasekum Komda PSSI Jateng, Drs M Saugi. (H15,J4,kar,C16-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA