logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 NASIONAL
Line

Agrobisnis Ternak untuk Swasembada Daging Nasional

SEMARANG- Agrobisnis ternak perlu dilakukan untuk mewujudkan swasembada daging nasional tahun 2010. "Karena itu, perlu kiat untuk memacu agribisnis peternakan," kata Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Jateng I Ir Agus Wariyanto SIP MM.

Disela-sela diskusi nasional industri ternak yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Undip, di Tembalang, belum lama ini, dia menjelaskan, permasalahan pokok pengembangan ternak terletak pada rendahnya produksi, produktivitas, dan kurangnya bibit ternak berkualitas.

Untuk mengatasi kekurangan bibit sapi, kata dia, pemerintah bisa mengimpor induk betina produktif sebagai alternatif exit strategy guna menambah populasi, Selain itu, perlu dilakukan upaya menggiatkan usaha pembibitan.

"Karena itu, perlu dicari solusi dari total kebutuan sapi potong dalam setahun, yaitu 200 ribu ekor dipenuhi dari induk sapi produktif milik peternakan rakyat," katanya.

Menurut Direktur Budidaya Ruminansia, Ditjenak, Deptan, Ir Fausi Luthan, kebijakan dalam revitalisasi peternakan ada dua prioritas yang mendesak dilaksanakan. Pertama, revitalisasi industri sapi potong untuk mencukupi swasembada daging tahun 2010. Kedua, revitalisasi industri perunggasan dengan melakukan restrukturisasi perunggasan.

"Permintaan daging sapi tahun 2006 sebanyak 357 ribu ton, penyediaan 257 ribu ton. Ini menunjukan ketergantungan terhadap impor daging dan sapi bakalan 100 ribu ton (28%)," kata Fausi Luthan.

Padahal dari tingkat permintaan dan penyediaan daging dan telur ayan ras, sebenarnya sudah swasembada. Tahun 2006, dari penyediaan telur 735 ribu ton permintaanya 736 ribu ton, dan dari penyediaan daging 680 ribu ton permintaannya 680 ribu ton.

Ketua Pengurus Besar ISPI Ir Rochadi Tawaf MS menuturkan, upaya yang perlu dilaksanakan dalam meningkatkan produksi ternak dengan mencegah pemotongan betina produktif. Selain itu, perlu dilakukan peningkatan kelahiran ternak melalui teknologi inseminasi buatan dan embrio transfer. (E4-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA