logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 NASIONAL
Line

Harkitnas untuk Show of Force ke Belanda

JAKARTA- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap tanggal 20 Mei seolah-olah berlalu begitu saja. Padahal peringatan yang digelar kali pertama pada 20 Mei 1948 di Yogyakarta, diadakan sebagai show of force kepada penjajah Belanda bahwa Indonesia masih berdiri.

"Kala itu Republik Indonesia baru berdiri 3 tahun dan kita tidak mau dibilang bayi, selain itu peringatan itu dipakai sebagai alat untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih ada," kata sejarawan Asvi Warman Adam di Jakarta, kemarin (20/5).

Menurut Asvi, pada masa awal-awal berdiri pada 1948, bangsa Indonesia menghadapi ancaman dari luar baik penjajah Belanda maupun dari dalam seperti munculnya peristiwa Madiun.

Asvi menjelaskan, penetapan tanggal 20 Mei pun sempat diwarnai perdebatan. Pemerintah Republik di Yogyakarta mempunyai 2 pilihan, berpatokan pada Sarikat Islam (SI) atau Boedi Oetomo. "Tapi akhirnya pemerintah di Yogyakarta dengan alasan tertentu memutuskan berpatokan sesuai pada Boedi Oetomo, namun itu bukan berarti faktor kesukuan yang diutamakan." (dtc-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA