logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 NASIONAL
Line

Ida Belum Sempat Pakai Sandal Baru

KEAKRABAN Ida Ftiriani dan Khotimatul Khasanah, sepertinya tidak bisa dipisahkan. Setiap hari, kedua warga Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan itu, selalu bermain bersama. Bahkan, sebelum ditemukan tenggelam di Sungai Kuripan Lor, mereka juga sedang bersama-sama.

Seperti diungkapkan Syafii, orangtua Ida, keduanya pamitan pergi ke pasar swalayan membeli sandal pada Sabtu (19/5) malam. Pagi hari, Khotimatul sudah berada di rumahnya, lalu mereka pergi jalan-jalan.

''Pokoknya, dua anak itu tak dapat dipisahkan. Ke mana-mana selalu berdua,'' ungkapnya.

Ketika mendengar kabar putrinya ditemukan tenggelam di Sungai Kuripan Lor, dia sangat terkejut. Betapa tidak, sekitar pukul 08.00 anaknya pamitan pergi ke rumah temannya, namun tidak menyebutkan siapa temannya tersebut.

''Yang membuat saya menjadi gregel, Ida belum sempat memakai sandal barunya,'' ujar dia. Ia mengaku tak memiliki firasat apa-apa kalau Ida meninggalkan keluarga selama-lamanya.

Selanjutnya dikatakan, begitu mendengar putrinya sudah dibawa ke rumah sakit, dia segera menyusul. Kemudian, dia meminta agar dibawa pulang. Setelah dibersihkan dan disembahyangkan, pukul 17.00 korban lalu dimakamkan di TPU setempat.

Sempat Guyon

Sementara itu, hingga pukul 22.30, sejumlah warga tampak berkumpul di depan rumah almarhumah Khotimatul Khasanah. Mereka terus membicarakan musibah tersebut. Di dalam rumah, keluarga korban sedang membaca ayat-ayat suci.

Ayah korban, Nawawi menjelaskan, malam hari sebelum musibah, putri kedua dari lima bersaudara itu sempat guyon bersama keluarga. Saat itu, Khotimatul bertanya mengenai kisah cinta Nawawi dan istrinya, Maslihah.

''Bagaimana ceritanya bapak bisa kawin dengan ibu, apakah melalui proses pacaran juga,'' ujar dia menirukan suara putrinya.

Mendengar pertanyaan tersebut, Nawawi menjadi kaget. Sebab, sejak dulu putrinya tak pernah bertanya seperti itu. Dia sama sekali tidak menyangka, jika itu merupakan pertanyaan terakhir yang dilontarkan almarhumah kepadanya.

Ditambahkan, selama ini anak keduanya tersebut tergolong pendiam. Meskipun ada masalah, tak pernah menyampaikannya kepada orang tuanya.

''Saya merasa sangat kehilangan anak itu. Meskipun pendiam, namun dia tergolong anak yang rajin,'' paparnya. (Moch Achid Nugroho-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA