| Senin, 21 Mei 2007 | NASIONAL |
Tiga Gadis Tewas Tenggelam
PEKALONGAN- Tiga gadis asal Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan tewas tenggelam di Sungai Kuripan Lor, Minggu (20/3). Mereka adalah Ida Fitriani (15), Khotimatul Khasanah (14), dan Rahmawati (13). Ketiganya sudah ditemukan oleh tim SAR Pantura. Pukul 23.45, korban Rahmawati baru bisa ditemukan. Menurut informasi mereka berada di lokasi kejadian karena berniat mencuci karpet. Informasi ini diperkuat dengan ditemukannya karpet di sekitar tempat kejadian. Korban, Ida Fitriani, kali pertama ditemukan pukul 09.30 oleh Cuplis, warga sekitar yang sedang mencuci kain batik di sungai. Saat mengamati situasi di sekitar sungai, dia melihat ada sosok tubuh terapung dan posisinya tertelungkup. Selanjutnya, dia memberitahukan kepada Sobirin, tokoh masyarakat setempat dan selanjutkan melaporkan ke kantor polisi setempat. Kapolsekta Pekalongan Selatan AKP Renggo Trapsilo bersama anggota mendatangi tempat kejadian dan membawa mayat korban ke RSUD Kraton. Ayah korban, Syafii mengaku terkejut mendengar kabar putinya meninggal. Dikatakan, sekitar pukul 08.00, siswi kelas dua Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Jenggot itu pamit pergi ke rumah temannya. Namun dia tidak menyebutkan siapa nama temannya itu. AKP Renggo Trapsilo mengungkapkan, setelah penemuan mayat itu, pihaknya menghubungi keluarga kedua teman korban. Ternyata, keduanya tidak berada di rumah dan tidak diketahui keberadaannya. Ikut Tenggelam Merasa curiga jika kedua gadis belia itu ikut tenggelam, dia meminta bantuan tim SAR Pantura menelusuri sungai tersebut. Kecurigaannya ternyata benar, sekitar pukul 17.00, tim SAR Pantura menemukan tubuh korban lainnya, yakni Khotimatul Khasanah sekitar 200 meter dari tempat kejadian. Saat ditemukan, tubuh korban berada di dasar sungai yang memiliki kedalaman lebih kurang empat meter. Renggo menuturkan ketiga korban tiba di lokasi kejadian mengggunakan sepeda onthel, setelah melihat sepeda itu ada di pinggir sungai. ''Kemungkinan, dua korban tersebut boncengan, sedangkan satu korban lagi naik sepeda sendiri sambil membawa karpet,'' paparnya. Ayah Khotimatul, Nawawi (40), terlihat bersedih. Dia tidak menyangka putrinya tewas di Sungai Kuripan Lor. Ketika meninggalkan rumah, anaknya tidak pamitan, sehingga tidak tahu kemana perginya. Sementara itu, hingga pukul 21.00, teman kedua korban, Rahmawati belum ditemukan. Tim SAR Pantura dan warga sekitar terlihat sibuk mencari korban di sepanjang sungai itu. Ibu kandung korban, Eti, sedih dan cemas menyaksikan proses pencarian tersebut. (H4-77) | ||||