logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 NASIONAL
Line

Pedagang Tolak Pasar Darurat di Tacung

BOYOLALI- Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Boyolali (P3B) menolak rencana pembangunan pasar darurat di Jalan Tacung dan Pasar Ayam Ngebong. Alasannya, lokasi di kedua tempat itu dinilai rawan.

Sekretaris P3B, Much Ichsanudin, mengatakan para pedagang mengusulkan lokasi pasar darurat di sebelah utara Pasar Boyolali yang terbakar.

Mereka menyatakan, lokasi tersebut lebih representatif dan memudahkan menjaring pembeli. Selain itu, pengamanan lokasi juga lebih mudah dilakukan karena dekat dengan perkampungan.

''Kami sudah melakukan pendekatan dengan warga dan lurah setempat. Mereka tidak keberatan dan siap membantu pengamanannya,'' katanya.

Tentang bantuan modal yang dijanjikan Pemkab, ia mengatakan masih akan dibahas lebih lanjut. Sesuai kesepakatan, pedagang diminta mengumpulkan Surat Izin Dasaran Tetap (SIDT).

Paguyuban bersama Pemkab juga akan mendata bersama kerugian para pedagang. Nantinya, hasil pendataan akan digunakan untuk menetapkan besaran bantuan modal pedagang.

''Sementara baru dua hal itu yang disepakati bersama Pemkab dan P3B. Sedangkan nasib pasar yang terbakar akan dibahas kembali.''

Menggeliat

Kemarin, suasana pasar sudah menggeliat. Para pedagang yang kios dan losnya selamat dari kebakaran mulai berjualan. Barang dagangan yang bisa diselamatkan kembali ditata di kios dan los semula. Sedangkan pedagang yang tidak lagi memiliki los, sebagian memilih berjualan di depan pasar dan jalan di belakang pasar, tepatnya di Kampung Gudang, Kelurahan Gudang. Namun sebagian besar masih tidak berjualan.

Mereka berusaha mengais barang-barang di bekas reruntuhan los dan tidak menghiraukan police line yang masih terpasang. Barang-barang rongsokan seperti kayu, seng, kawat, dan jenis logam lainnya dikumpulkan oleh pedagang. Mereka berharap, material bekas bangunan kelak masih bisa digunakan lagi.

Pedagang juga tak segan mengorek puing-puing bangunan untuk mencari sisa barang yang masih bisa dimanfaatkan.

Dari pantauan, beberapa pedagang berhasil mengumpulkan beberapa barang seperti timbangan, panci, serta peralatan dapur. Seperti dilakukan Ny Aminah (61). Ia mengais sisa-sisa gula jawa di los miliknya. Dia mengaku berhasil mengais sisa gula jawa sebanyak 30 kg dari dua ton gula jawa yang baru dibelinya dari perajin.

''Sebelum kebakaran saya kulakan dua ton gula jawa, Mas. Ya, namanya musibah,'' ujarnya pasrah.

Dikawal Sapol PP

Upaya pedagang mengais sisa dagangan dikawal ketat Satpol PP. Petugas bersama pedagang mengawasi areal bekas kebakaran untuk mengantisipasi pemulung yang mengail di air keruh.

Upaya pengamanan membuahkan hasil. Petugas mengamankan seorang pemulung yang menyamar sebagai pedagang.

Ketika ditanya, orang tersebut mengaku pedagang. Namun sejumlah pedagang mengaku tidak mengenal orang itu dan segera mengusirnya. (G10-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA