| Senin, 21 Mei 2007 | SEMARANG |
SEPUTAR SALATIGASalimah Gelar SilaturahmiSALATIGA- Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Salatiga menggelar forum silaturahmi (Forsil) antarmajelis taklim se-Kota Salatiga, belum lama ini. Ketua Salimah, Titik Anggraini mengatakan, adanya Forsil diharapkan dapat merangkul ukhuwah, memudahkan koordinasi, dan mengoptimalkan fungsi seluruh majelis taklim di Kota Salatiga. Acara yang diikuti 56 peserta itu, menghadirkan Ketua II DPW Salimah Jateng Aena Hulaiyya. Disepakati 16 anggota tim formatur yang merupakan perwakilan masing-masing kecamatan. Tim bertugas menyusun struktur kepengurusan Forsil dan silabus materi yang nantinya akan disosialisasikan kepada majelis taklim di Salatiga. (H2-37) Pura-pura Bertamu, Ambil CPU SALATIGA- Berpura-pura sebagai tamu, dua lelaki berhasil membawa kabur satu unit CPU milik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Salatiga, pekan lalu. Akibatnya, sekolah yang berada di Jalan Wahid Hasyim itu menderita kerugian Rp 3 juta. Kejadian itu berawal ketika Rohmadi (40), seorang penjaga sekolah sedang membersihkan halaman. Lalu, datang dua lelaki itu sambil membawa tumpukan kertas. Mereka meminta izin masuk sekolah untuk menyerahkan tumpukan kertas yang merupakan soal-soal tes. Rohmadi yang tidak curiga pada kedua orang tersebut mempersilakan seseorang meletakkan tumpukan kertas itu di ruang guru yang telah dibukakan pintunya. Pada saat bersamaan, pelaku lainnya mengajak ngobrol sambil menjauh meninggalkan ruang guru. Lelaki yang mengajak ngobrol Rohmadi pamitan pulang, sementara seorang lainnya sudah tidak ada. Saat hendak mengunci pintu Rohmadi terkejut, karena salah satu meja guru tempat CPU dan perangkat komputer lainnya berada sudah hilang. Padahal, saat membuka pintu guru sebelum kedua lelaki itu masuk, perangkat komputer masih lengkap. Kejadian itu kemudian disampaikan kepada seorang guru yang dilanjutkan ke Mapolres Salatiga. (H2-37) Meteran PDAM Dicuri SIDOMUKTI- Indriasari (30), warga yang tinggal di rumah kontrakan Jalan Nakula Sadewa 3 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, kehilangan meteran PDAM, pekan lalu. Kejadian itu pertama kali diketahui pada pagi hari ketika hendak mandi. Saat itu air tidak mengalir. Setelah dicek ternyata meteran PDAM sudah tidak ada dan air telah menggenang di halaman rumah. ''Pipa kemudian ditutup dengan kayu, sehingga air tidak keluar. Kejadian itu saya sampaikan ke PDAM,'' kata PNS Pemkot itu. Dia memperkirakan meteran itu dicuri pada malam hari. Saat melapor, ada warga lain yang juga kehilangan meteran. Untuk mengganti meteran tersebut, korban diminta memasang meteran baru dengan biaya Rp 350.000. Direktur PDAM H Darminto SE MM menjelaskan, hilangnya meteran air menjadi tanggung jawab konsumen. Karena itu, warga diminta menjaga meteran dengan memasang pengaman sendiri. PDAM akan mengganti cuma-cuma jika meteran rusak atau tidak berfungsi. (H2-37) |