| Senin, 21 Mei 2007 | SEMARANG |
Hacker Tolak Kejahatan KomputerSEMARANG - Komunitas hacker kini boleh unjuk gigi. Keberadaan mereka lebih banyak tersembunyi, karena sering dikaitkan dengan pelaku kejahatan komputer. Sebuah kompetisi untuk para hacker bertajuk Pazia Acer National Hacking Competition (Panhac) 2007 segera digelar 7 Juli mendatang di Plasa Simpanglima. Kompetisi roadshow ini digelar di sepuluh kota dan berupaya memecahkan rekor kompetisi hacking online pertama di Indonesia dengan membawa 110 unit notebook Acer Aspire 5052 series. Michael Sunggiardi, panitia, mengatakan acara ini bertujuan untuk memberi media hacking yang aman dan tidak merugikan orang lain. Pasalnya, target hacking adalah server-server milik panitia Panhac. Selain itu kompetisi itu juga diharapkan mampu mendorong peserta mempelajari sistem keamanan serta berbagi pengetahuan dan teknologi antarpeserta. ''Selama ini posisi hacker selalu diidentikkan dengan kejahatan komputer (cyber crime). Karenanya, kami ingin mengubah citra itu dengan sebuah kompetisi,'' katanya baru-baru ini. Dicurigai Polisi Even ini digelar untuk kedua kalinya. Selain Semarang, acara serupa juga digelar di Medan, Padang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Lampung, Makassar, dan Jakarta. Salah satu juri kompetisi ini adalah Dani Firman Syah, yang namanya pernah meroket gara-gara diburu polisi setelah membobol situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat Pemilu Legislatif 2004. Ia mengakui penyelenggaraan pada kompetisi tahun lalu mengalami kekurangan peserta di beberapa kota. Setelah ditelusuri, penyebabnya adalah mereka takut dicurigai polisi. Padahal kompetisi ini sebagai kegiatan capture the flag (CTF), yang bersifat permainan dan edukasi di bidang teknologi keamanan komputer. Peserta ditantang untuk mencari dan menemukan celah keamanan di sebuah jaringan komputer yang sudah disediakan penyelenggara. Jaringan komputer tersebut dibuat dan disimulasikan seperti layaknya jaringan internet. Pencarian lubang sekuriti yang sudah didesain panitia itu menggunakan program-program, seperti scanner dan tools penetrasi lainnya yang tersedia di internet.(H22-62) |