logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 SEMARANG
Line

Logika di Balik Feng Shui

KENYAMANAN sebuah rumah dipengaruhi oleh penataan interiornya. Mulai dari pemilihan warna hingga perabotan. Perabotan mewah lagi tak menjamin kenyamanan rumah yang ditempati.

Untuk membuat rumah yang ditempati lebih terasa nyaman, banyak orang mengacu rambu-rambu yang ada pada feng shui. Hanya saja mereka acapkali tak memahami maksud dari rambu-rambu itu. Bahkan banyak pula yang mencibir.

"Mereka hanya tahu kalau beberapa larangan feng shui dilanggar, bisa membawa dampak buruk. Misalnya larangan menempatkan kantor di sudut jalan buntu,'' tutur Andie Arif Wicaksono ST MT, penulis buku Menata Interior sesuai Feng Shui, dalam bedah bukunya di Pesta Buku Semarang, di Gedung Wanita, Minggu (20/5).

Dalam feng shui dijelaskan, penempatan kantor di sudut jalan buntu akan menghalangi aliran chi (energi). Akibatnya, usaha yang dijalankan akan ''kering''.

Secara arsitektur diakui laki-laki kelahiran 26 tahun lalu tersebut, letak tempat usaha semacam itu memang tidak baik. Tapi hal itu karena efek psikologis semata.

"Kantor yang berlokasi di sudut jalan buntu secara psikologis akan membuat penghuninya merasa tersudut. Kondisi ini akan memengaruhi aktifitas mereka,'' jelas lulusan Jurusan Teknik Arsitektur Undip itu.

Aturan dalam feng shui lainnya yang bisa dipahami secara logika adalah anjuran untuk meletakkan tanaman di dalam ruang kantor. Itu karena tanaman dianggap sebagai sumber energi terbaik. "Secara logika, tanaman yang diletakkan di dalam ruangan akan menghadirkan suasana segar pada kantor,'' kata sulung dari dua bersaudara itu.

Andi juga menuturkan sebagian besar aturan dalam feng shui bisa dijelaskan secara logika. Akan tetapi ada juga yang secara logika masih sulit untuk dipahami.

"Rak buku yang diletakkan di belakang dianggap tidak baik,'' imbuhnya.

Menurut feng shui, kata dia, letak rak buku itu melambangkan pisau yang memotong. Hal itu akan membuat penghuninya tertimpa musibah. "Tidak ada penjelasan logis mengenai hal itu.''

Meski tidak ada penjelasan logis, kata dia, bukan berarti feng shui tidak bermanfaat. Di dalamnya tetap mengandung kearifan untuk mengingatkan manusia agar mengelola alam dan lingkungan dengan baik. Tentunya, tanpa melakukan eksploitasi. (Roosalina-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA