| Senin, 21 Mei 2007 | SEMARANG |
Pecinta Musik Geleng-geleng''Angguk-angguk geleng-geleng, tunduk-tunduk ikut telunjuk, iya iya saya saya, kiri kanan ikut saja'' SEPENGGAL lagu milik Ahli Fiqir yang dinyanyikan grup band asal Semarang, Image, menggambarkan suasana pagelaran musik New Enjoy Cafe di depan SMA 1 Semarang, Sabtu (19/5) malam lalu. Ratusan komunitas pecinta musik di Kota ATLAS benar-benar mengangguk-angguk, terlarut lagu-lagu yang dinyanyikan kuartet vokalis Andi, Gatot, Lia dan Putri. Grup yang dimotori Catur (gitar), Popo (Drum), Kopek (Bass), serta Ade (keyboard) itu mampu meredam udara dingin yang sore sebelumnya diguyur hujan. Acara yang dipersembahkan New Exi Production, Suara Merdeka, serta LA Light itu, dipandu dua MC cewek, Putri dan Nessa. Selanjutnya,suara vokal Lia dan Putri yang melantunkan lagu ''Tak Ada Logika'' milik Agnes Monica membuat penonton berjingkrakan. Benar-benar tak ada logika, bagaimana mungkin hanya dengan panggung ukuran 15 x 5 meter dan beberapa orang di atasnya, serta backdrop multimedia 5 lcd, mampu menghibur ratusan kawula muda yang menikmati malam mingguannya. Penonton tambah histeris, ketika melihat empat cewek anggota Chicago Dancer berlari menuju stage yang berada sebelah kanan dan kiri panggung. Keempat sexy dancer itu tanpa ragu-ragu bergoyang seiring hentakan lagu-lagu yang dibawakan Image Band. Apa yang terjadi kemudian? Anggukan penonton berhenti, sejenak mereka bergeleng-geleng, tertunduk-tunduk, kemudian kembali berjingkrak sembari menatap keempat sexy dancer itu. Sejumlah lagu lain yang dibawakan Image yaitu, Akhirnya Aku Menemukanmu (Naff), Hapus Aku (Nidji), Buaya Darat (Ratu), Ada Yang Hilang (Ipank). Turut meramaikan dalam acara tersebut, Unique Band asal Semarang, Stardust asal Solo, serta Sin Agency Breaker. Koordinator acara Astuti mengatakan, New Enjoy Cafe diharapkan dapat memanjakan kawula muda. ''Acara ini merupakan sarana menikmati hiburan musik yang murah dan sehat, sekaligus tempat berkreativitas bagi musisi Kota Semarang dan sekitarnya,'' ujarnya. (Adi Prianggoro-18) |