logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 SEMARANG
Line

Balita Meninggal Terkena DBD

SEMARANG - Demam berdarah dengue (DBD) kembali menelan korban jiwa. Aulia Gandhi Naura, balita berumur tujuh bulan dua minggu, anak pasangan Aris Handoko (36) dan Wiwik Kristina (34), Minggu (20/5) dinihari lebih kurang pukul 02:30, meninggal dunia.

Sebelumnya, korban yang tinggal di Jl Puspanjolo Tengah I No 1, Bojong Salaman, Semarang Barat itu, mengalami gejala panas tinggi sejak Jumat (18/5). Jenazah korban langsung dimakamkan di TPU Gedong Batu Minggu siang.

Menurut paman korban, Alek Kristadi (39), gejala panas tinggi yang dialami keponakannya semula dikira panas biasa yang kerap diderita balita. Pasalnya, bersamaan dengan kondisi suhu badan korban yang tinggi, gigi Aluia juga mulai tumbuh.

''Semula kami (pihak keluarga- Red) mengira Aulia panas biasa, yang diakibatkan giginya mulai tumbuh. Ternyata sungguh di luar dugaan, bila panas itu adalah gejala penyakit demam berdarah,'' kata dia.

Setelah seharian panasnya tidak kunjung turun, tutur Alek, pada Sabtu (19/5) pagi, Aulia diperiksakan ke dokter anak.

Diagnosa dokter, tidak menyatakan anaknya terkena DBD. Gejala bintik merah yang biasa muncul di penyakit itu juga tidak ada. Dokter, kata dia, memprediksi korban terkena flu dan radang tenggorokan.

Karena kondisi korban tak juga membaik, pada Sabtu (19/5) pukul 19:00, Aulia dilarikan ke Rumah Sakit Roemani. Namun sekitar tujuh jam kemudian nyawa korban tak tertolong. ''Dalam masa kritisnya, jumlah trombositnya menurun drastis. Hanya tersisa sekitar 15 persen dari jumlah trombosit kondisi normal,'' terang Alek. (apr,h37-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA