logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 SEMARANG
Line

Pompa Tak Dioperasikan

  • Rob Masih Tinggi

SEMARANG- Wali Kota Sukawi Sutarip tak bisa membendung kecewanya, ketika menjumpai sembilan stasiun pompa tak beroperasi. Petugas yang mengoperasikan pun tidak ada di tempat.

''Saya jengkel sekali. Pemkot sebenarnya sudah berupaya agar drainase ini bisa berjalan lancar, sehingga bisa mengurangi rob. Tapi petugasnya malah tidak kelihatan,'' ungkapnya ketika ditemui seusai pemecahan rekor Muri peta wisata Kota Semarang di Alfa Supermarket Jl Raden Patah, Minggu (20/5).

Pagi sebelumnya, Wali Kota melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah stasiun pompa di Subsistem Drainase Kota Lama. Pada sidak itu, dia mendapati sembilan stasiun pompa tidak beroperasi.

Pengendali banjir dan rob yang ditinjau, antara lain di Kampung Regang, Bulu Drain, dan Polder Tawang. Tidak beroperasinya pompa-pompa itu bukan karena rusak, melainkan petugas yang biasa bertugas di sana tidak bekerja.

''Saya akan menegur keras para petugas stasiun pompa di Subsistem Kota Lama, karena lalai menjalankan tugas,'' katanya.

Subsistem drainase tersebut, kata dia, memiliki peran sangat besar pada pengendalian rob di kawasan Kota Lama, Pasar Johar, hingga Jl Pemuda. Jika petugas pompa belum berstatus PNS, maka mereka terancam tidak akan diangkat atau akan dialihkantugaskan.

Camat Semarang Utara, Surachman SIP, menyayangkan petugas pompa yang kurang tanggap dan tidak kooperatif. ''Seharusnya jika petugas lalai, pengawasnya bisa langsung tanggap, mengingat rob kini sedang tinggi.''

Tidak Rusak

Kasubdin Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota, Ir Fauzi MT mengatakan, secara umum stasiun-stasiun pompa yang ada dalam keadaan baik dan tidak rusak.

Pompa yang ditangani DPU masih bisa dioperasikan sesuai kapasitasnya, dan kalau pun perlu perbaikan, itu hanya berupa penanganan kecil. ''Sejauh pantauan kami, tidak ada pompa yang rusak,'' ujarnya.

Mengenai anggaran operasional pompa, Fauzi mengatakan, dalam setahun APBD hanya menyediakan Rp 750 juta untuk 50 pompa yang dikelola DPU. Padahal pompa-pompa itu memiliki fungsi penting untuk mengatasi banjir dan rob, terutama di Semarang bawah.

Dikatakan, idealnya pengoperasian rumah pompa memerlukan Rp 2 miliar. Biaya itu mencakup pembelian solar, oli, hingga pengadaan spare part (suku cadang) dan perbaikan pompa yang rusak.

Dikatakan, dalam satu jam saja sebuah pompa rata-rata memerlukan 35 liter solar. Untuk sehari setiap pompa rata-rata dihidupkan selama 3-4 jam, sehingga memerlukan sekitar 140 liter solar. Anggaran yang disediakan untuk pembelian solar hanya 20 liter sehari. (J14,H9-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA