| Senin, 21 Mei 2007 | KEDU & DIY |
Adisutjipto dan TPY Mulai Dipadati Penumpang Arus BalikYOGYAKARTA - Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY) pada hari terakhir libur panjang mulai dipadati penumpang arus balik. "Jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Adisutjipto mulai meningkat sejak siang hari ini dan diperkirakan akan mencapai puncak malam hari nanti atau besok (Senin, 21/5) pagi," kata Asisten Manajer Pelayanan PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Hanad Prayitno, Minggu (20/5). Menurut dia, untuk hari ini diprediksi penumpang berangkat ke berbagai tujuan akan mencapai 4.000 orang lebih yang dilayani dengan 34 penerbangan dari tujuh maskapai penerbangan. "Kami perkirakan kenaikan penumpang pada hari ini mencapai sekitar 20% karena pada akhir liburan ini banyak wisatawan yang kembali ke daerah asalnya atau karyawan yang kembali ke kota tempatnya bekerja. Pada hari normal setiap harinya penumpang rata-rata mencapai 3.400 orang," tuturnya. Dia mengatakan, saat ini banyak calon penumpang yang menunggu di Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk membeli tiket secara langsung. "Meskipun penjualan tiket di agen sudah habis, namun mereka tetap datang untuk mencari jatah kursi menjelang menit-menit keberangkatan pesawat karena biasanya ada penumpang yang membatalkan atau menunda keberangkatan," ujarnya. Puncak Arus Balik Dia mengemukakan, sebagian besar penumpang yang menggunakan jasa pesawat itu bertujuan Jakarta. Sebagian lain menuju Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Medan. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPY Imanudin Azis menjelaskan, hari ini merupakan puncak arus balik penumpang melalui TPY. "Kenaikan penumpang berangkat hari ini kami perkirakan mencapai 3.000 penumpang dibandingkan hari biasa, jika tidak libur panjang jumlah penumpang tiap hari rata-rata mencapai 24.000 orang sedangkan pada liburan ini tercatat 27.000 orang," jelasnya. Dia mengutarakan, pada hari libur ini tercatat ada tambahan 80 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang beroperasi untuk mendukung membeludaknya jumlah penumpang. "Bus itu bukan bus tambahan secara khusus. Mereka sebenarnya memiliki trayek Yogyakarta, namun karena sepinya penumpang pada hari biasa maka mereka tidak beroperasi, kemudian pada libur ini penumpang meningkat tajam sehingga operator mengoperasikan bus tersebut," tandasnya. (ant,P58-70) |