| Senin, 21 Mei 2007 | INTERNASIONAL |
Lebanon dan Al-Qaedah Baku Tembak
NAHR AL-BARED - Pasukan Lebanon terlibat baku tembak dengan kelompok militan yang terkait Al-Qaedah, Minggu kemarin. Sedikitnya 38 orang tewas, termasuk 15 tentara Lebanon. Pejabat Lebanon mengatakan, kelompok militan Fatah al-Islam itu didukung oleh Suriah. Insiden itu diduga bertujuan menggagalkan upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk pengadilan internasional untuk menyelidiki kasus-kasus pembunuhan politik di Lebanon. Bentrokan senjata itu dipicu oleh serangan terhadap unit patroli tentara Lebanon yang sedang bertugas di sekitar kamp pengungsi Palestina Nahr al-Bared di Al-Qalamoun, sebelah selatan Tripoli. Empat militan Fatah al-Islam tewas dalam baku tembak itu. Pihak medis mengatakan, empat warga sipil (termasuk dua bocah) juga meninggal. Sekitar 45 orang terluka. Kamp Nahr al-Bared yang dihuni sekitar 40.000 pengungsi Palestina itu memang dijaga ketat oleh tentara Lebanon. Terlebih lagi setelah militan Fatah al-Islam meledakkan dua bus di kawasan Kristen sekitar Beirut, Februari lalu. Tiga orang sipil meninggal dalam pengeboman kedua bus tersebut. Baku tembak di kamp Nahr al-Bared terjadi menjelang fajar. Warga tidak berani keluar rumah, karena khawatir terkena peluru nyasar. Asap hitam tebal membubung ke udara. Gagalkan Penyidikan Bentrokan mulai mereda setelah pasukan tambahan didatangkan ke lokasi. Padahal berdasar kesepakatan 1969, tentara Lebanon dilarang memasuki kamp pengungsi Nahr al-Bared. Anggota kabinet Ahmad Fatfat menduga baku tembak itu bertujuan menggagalkan penyelidikan kasus pembunuhan mantan perdana menteri Rafik al-Hariri pada 2005. ''Ada sebagian pihak yang berusaha mengacaukan keamanan. Mereka ingin menimbulkan kesan Lebanon bakal kacau jika pengadilan tersebut dibentuk,'' kata Fatfat. Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris pekan lalu mengedarkan draf resolusi mengenai pembentukan pengadilan internasional itu. Kasus pembunuhan Hariri telah menyeret sejumlah pejabat keamanan Suriah dan Lebanon. Suriah membantah terlibat dalam pembunuhan Hariri. Damaskus juga menepis tuduhan bahwa pihaknya mendukung Fatah al-Islam. Suriah menutup dua perbatasannya di dekat Lebanon utara, karena situasi keamanan memburuk. Namun gerbang perlintasan utama tetap dibuka. Secara struktural kelompok militan itu bukan bagian dari Al-Qaedah. Namun Fatah al-Islam memiliki kesamaan ideologi dengan Al-Qaedah. Fatah al-Islam dipimpin Shaker Abassi, militan kelahiran Jericho yang pernah dipenjara di Suriah selama tiga tahun. Abassi disebut-sebut merupakan sahabat Abu Musab Zarqawi (pemimpin sayap Al-Qaedah di Irak yang tewas akibat serangan udara Amerika tahun lalu). Saat ini Abassi diperkirakan tinggal di kamp Nahr al-Bared. Juru bicara tentara Lebanon menjelaskan baku tembak juga terjadi di beberapa ruas jalan Tripoli. Kendati baku tembak itu kemudian mereda, pasukan keamanan terus mengejar militan yang bersembunyi di Tripoli. Jip-jip militer dan tank menyusuri jalan-jalan di kota terbesar kedua setelah Beirut itu. Di Beirut, ketua faksi mayoritas parlemen Saad Hariri mengimbau warga Lebanon tetap tenang dan membantu tentara Lebanon untuk menangkap kaum militan. Beberapa bulan terakhir, para pejabat Palestina di kamp-kamp pengungsi Lebanon mencemaskan aktivitas Fatah al-Islam. Kelompok militan itu melatih para pemuda Palestina untuk memerangi orang Yahudi di Palestina.(rtr-ben-25) |