logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 EKONOMI
Line

Pertanian Serap 40,7 % Tenaga Kerja

SEMARANG-Pertanian di Jateng merupakan sektor usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Sebanyak 6,62 juta orang atau 40,7% dari total angkatan kerja pada Februari 2007 terserap di sektor usaha itu.

Dibandingkan periode yang sama tahun 2006, serapan sektor usaha ini tumbuh 0,5% yang dipicu masih ramainya kegiatan penanaman dan pemanenan akibat iklim yang bergeser. Bahkan di Kabupaten Tegal melonjak, karena berpindahnya pekerja sektor pertambangan ke pertanian. Jumlah angkatan kerja ini mencapai 17,73 juta orang.

Indrarto Hadijanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, mengatakan pihaknya melakukan survei serapan sektor usaha untuk mengetahui tingkat pengangguran di Jateng. Survei itu dilakukan Februari dan rencananya akan dilakukan tiap semester sekali. Diharapkan hasil survei tersebut dapat menjadi pijakan para pengambil kebijakan dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Sektor yang mampu menyerap tenaga kerja berikutnya, sektor perdagangan sebanyak 3,52 juta orang atau 21,6% tenaga kerja. Sektor ini memiliki ciri-ciri informalitasnya yang memudahkan orang masuk atau keluar, sehingga sektor ini cenderung dipilih untuk mencari penghasilan. Kemudian, sektor industri pengolahan yang menyerap 2,75 juta orang atau 16,9%. Sektor ini tidak hanya mencakup pabrik-pabrik, tetapi juga kerajinan rumahtangga.

Sedang penyerapan sektor bangunan, angkutan dan pergudangan mengalami penurunan. Diperkirakan, daya serap sektor ini terhambat adanya kebiasaan program carry over dari program tahun sebelumnya pada proyek-proyek bangunan pemerintah setiap Februari.

Dijelaskan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng Februari 2007 menurun 0,1% dibanding tahun sebelumnya, dari 8,20% menjadi 8,10%. Meski TPT menurun, jumlah orang yang menganggur bertambah sebanyak 14.632 orang. Pada Februari 2006, jumlah penganggur sebanyak 1.422.256 orang menjadi 1.436.888 orang pada Februari 2007. Sementara total jumlah penduduk Jateng sebanyak 32,2 juta orang.

"Peningkatan jumlah pengangguran ini tidak diiringi dengan penyerapan tenaga kerja. Sehingga terjadi pertambahan jumlah penganggur," katanya. (H22-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA