| Senin, 21 Mei 2007 | EKONOMI |
Mei, Mustahil Terjadi DeflasiJAKARTA-Pengamat memperkirakan, pada Mei kemungkinan terjadi inflasi dibandingkan April yang mengalami deflasi. Gangguan cuaca akibat gelombang pasang yang terjadi di sepanjang pesisir hampir seluruh wilayah Indonesia, diprediksi akan mengganggu arus transportasi dan mempengaruhi distribusi pasokan makanan. "Apabila terus berlanjut, pasokan makanan akan terganggu," ujar pengamat ekonomi Iman Sugema kemarin. Sebagaimana diberitakan, Badan Metereologi Geofisika menyebutkan gelombang pasang terjadi sejak sepekan terakhir dan diprediksi berakhir hingga bulan Juni. Pada bulan April lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,16 persen. BPS menyebutkan dari 45 kota yang disurvei, 30 kota atau 66 persen di antaranya mengalami deflasi, sementara sisanya inflasi. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan (11,30 persen) dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga (0,03 persen). Pekan lalu, Kepala BPS, Rusman Heriawan menyebutkan kemungkinan kembali terjadi deflasi di bulan Mei apabila harga beras tetap stabil. Selain gangguan gelombang pasang, naiknya harga minyak goreng patut diperhitungkan. "Tingginya harga minyak goreng akan menyumbang terjadinya inflasi. Selain itu, faktor penggerak inflasi, yakni naiknya harga bahan bakar minyak nonsubsidi," paparnya. Angka inflasi Mei, kata dia kemungkinan flat dengan periode sama tahun lalu. Pada Mei 2006 terjadi inflasi sebesar 0,37 persen. Akhir tahun, kemungkinan inflasi tercapai pada angka 6,5 persen. Sementara target pemerintah sendiri pada angka 6 persen dengan plus minus 1 persen. (bn-33) |