logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 BANYUMAS
Line

Pascagelombang Besar, Ikan Menghilang

  • Nelayan Cilacap Paceklik Lagi

CILACAP - Pascagelombang besar yang melanda Cilacap tiga hari lalu, mengakibatkan ikan di perairan Cilacap menghilang. Kondisi ini membuat nelayan kesulitan mendapatkan ikan.

"Sudah dua hari terakhir sejak gelombang datang, ikan mulai hilang. Padahal sebelumnya jumlah tangkapan lumayan banyak," kata Teguh, seorang nelayan Teluk Penyu, kepada Suara Merdeka.

Teguh mengatakan, sebelum gelombang datang, nelayan Cilacap tengah panen ikan Bawal Putih. Namun ikan jenis tersebut saat ini hilang dari perairan bersama jenis ikan lainnya.

"Sebelum gelombang kita bisa menangkap lebih dari 10 kg setiap hari. Namun saat ini tidak satu ekor ikan pun yang dapat kami tangkap," kata dia.

Bawal Putih

Harga ikan Bawal Putih yang lumayan tinggi, sekitar Rp. 26.000/kg, membuat nelayan saat itu bisa bernafas lega setelah sebelumnya mengalami paceklik lama.

Dari hasil tangkap tersebut nelayan masih bisa mengantongi lebih dari Rp. 100.000/hari.

"Namun karena saat ini hasil tangkapan jelek, ekonomi keluarga kami mulai kembang kempis lagi," katanya.

Pernyataan serupa dikeluarkan nelayan lain, Juli. Menurutnya, gelombang tampaknya membuat takut ikan untuk masuk ke wilayah tangkap. Sebagian besar ikan laut diperkirakan memilih berenang di perairan yang jauh dari pantai, yang relatif aman dari gulungan ombak.

"Akibatnya nelayan jarang yang bisa menangkap ikan dalam jumlah besar," kata Juli.

Meski begitu, sejumlah ikan kecil dan udang masih bisa ditangkap meski jumlahnya sedikit. Namun karena secara ekonomis harganya kurang bagus, pendapatan dari hasil tangkapan mereka kurang berarti.

"Harapan kami, ikan muncul lagi dalam pekan-pekan ini. Kalau tidak, nelayan Cilacap akan kembali paceklik," kata keduanya. (G21-75)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA