logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Mei 2007 BANYUMAS
Line

110 Balita Menderita Gizi Buruk

  • Tiga Dirawat di RSUD

PURBALINGGA-Seratus sepuluh anak berusia di bawah lima tahun (balita) di Purbalingga menderita gizi buruk. Tiga di antaranya dirawat di RSUD Purbalingga.

Ratusan balita penderita gizi buruk tersebut ditemukan secara merata di 18 kecamatan. Mereka berasal dari keluarga miskin.

"Itu yang terpantau sejak Januari hingga akhir April lalu. Tiga balita yang dirawat di RSUD sudah diperbolehkan pulang karena telah membaik. Balita bergizi buruk itu tidak ada yang meninggal dunia," kata dokter Hanung Wikantono, Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Purbalingga, Sabtu lalu.

Menurut dia, persentase jumlah balita yang bergizi buruk itu masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan provinsi.

"Persentase di Purbalingga masih di bawah 1% dari 60.582 balita, sedangkan SPM-nya 5%," jelasnya.

Dia menambahkan setiap puskesmas harus segera melaporkan jika menemukan kasus gizi burukpada anak balita. Setelah itu akan dilacak apakah perlu perawatan di RSUD, puskesmas, atau cukup di rumah.

"Sebab, jangan sampai gizi balita itu memburuk sehingga terjadi kwashiorkor, marasmus, atau meninggal dunia," ungkapnya.

Makanan Tambahan

Jika sudah sembuh dan boleh dibawa pulang ke rumah, lanjut dia, Dinas Kesehatan akan melaksanakan program pemberian makanan tambahan (PMT).

"Dulu waktu masih krisis ekonomi PMT sering dihabiskan untuk seluruh keluarga karena memang mereka tidak punya makanan lain. Kalau sekarang, PMT ya diberikan kepada anak," tandas Hanung.

Hal penting yang sering terlupakan, kata dia, adalah pemberdayaan keluarga. Semua anak penderita gizi buruk berasal dari keluarga miskin.

Jika tidak ada pemberdayaan ekonomi keluarga, lama-kelamaan balita yang sudah sembuh bisa kembali menderita gizi buruk. Untuk itu penanganan lebih lanjut merupakan lintas sektoral.

"Kami bersyukur hingga Mei tidak ada balita gizi buruk yang tubuhnya ibaratnya tinggal kulit pembungkus tulang. Apalagi sampai meninggal dunia. Yang dirawat di RSUD hanya tiga. Itupun sekarang sudah pulang karena telah membaik," tuturnya.(F10-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA