| Senin, 21 Mei 2007 | BANYUMAS |
Pasar Ikan Dangkel Akan Bernuansa Wisata
TEMANGGUNG- Pasar ikan Desa Dangkel, Kecamatan Parakan, Temanggung sebentar lagi akan dilengkapi dengan sarana prasarana wisata, sehingga akan menjadi pasar ikan yang bernuansa wisata. Pembangunan sarana prasarana wisata tersebut dilakukan dengan biaya yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) bidang kelautan dan perikanan sebesar Rp 2,79 miliar. "Saat ini kami baru melakukan persiapan untuk lelang pengadaan barang dan jasa pasar ikan itu. Rencananya minggu ketiga bulan Juli sudah bisa mulai pengerjaan proyek pembangunan pasar tersebut," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Kabupaten Temanggung, M Hadi, di kantornya, Sabtu (19/5). Menurutnya, pengerjaan proyek yang juga dibiayai dana pendampingan APBD II sebanyak 10% dari DAK tersebut, diperkirakan akan memakan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan. Jadi, kemungkinan terselesaikannya proyek itu, paling awal pada Oktober 2007 mendatang. Sedangkan sejumlah fasilitas wisata yang akan dibangun di kompleks pasar ikan tersebut antara lain, taman akuarium, kolam pemancingan, kolam renang anak, guest house, dan gedung serba guna. Selain itu, juga akan dibangun fasilitas mushala, penambahan los konsumsi, pengadaan peralatan penangkap ikan, mesin-mesin pertanian/perikanan, tabung oksigen, bak fiber untuk penampungan ikan dan lain-lain. Dikatakan, tujuan dikemasnya pasar ikan dengan nuansa wisata adalah untuk meningkatkan jumlah pembeli di pasar itu. Sebab, dengan tersedianya sarana-sarana wisata ini, diharapkan akan dapat menarik pengunjung untuk mendatanginya. "Kita berharap, para pengunjung semula hanya ingin berwisata, setelah melihat-lihat ikan yang dijual di sana, akan tertarik dan lalu membelinya," tutur dia, seraya menambahkan di pasar ikan itu tidak akan diberlakukan hari pasaran khusus. Demikian pula, dengan dibangunnya gedung pertemuan dan guest house. Maksudnya agar tamu yang menginap maupun melakukan pertemuan di gedung tersebut, dapat tertarik untuk membeli ikan yang diperdagangkan di sana. "Gedung serbaguna yang dilengkapi meubelair dan sound system tersebut, selain untuk pertemuan, seminar dan pelatihan yang terkait dengan perikanan, juga akan dikomersilkan dengan disewakan kepada pihak-pihak yang memerlukannya," tambah Hadi. Dengan demikian, sambungnya, selain untuk merangsang pembeli ikan, fasilitas-fasilitas wisata yang dibangun juga akan memberikan pemasukan kepada Dinas Pertanian selaku pengelolanya. Pemasukan tersebut akan dimanfaatkan untuk biaya pengelolaan pasar ikan dan tempat-tempat wisatanya. Adapun jika pemasukan yang diterimanya jumlahnya bisa banyak, sehingga terdapat sisa setelah dikurangi biaya pengelolaan, akan disetorkan ke kas daerah sebagai tambahan pendapatan asli daerah.(H24-39) |