| Jumat, 18 Mei 2007 | MURIA |
WORO WOROPosisi Ketua DPRD KosongJEPARA - Kursi ketua DPRD Jepara hingga kini masih kosong selepas ditinggalkan Achmad Marzuki yang menjadi wakil bupati, sejak 5 Maret lalu. Belum ada kejelasan kapan pemilihan ulang. Pimpinan DPRD kolektif pernah dua kali mengagendakan pembahasan masalah tersebut namun selalu gagal. Pada Rabu, (16/5) digelar pertemuan antarpimpinan fraksi (APF). Hasilnya merekomendasikan agar ada agenda pembahasan tersebut. "Dalam rapat APF, ada saran untuk pimpinan agar menjadwalkan pembahasan masalah itu dalam panitia musyawarah (panmus)," kata Masnuhin, ketua Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP), usai rapat APF. (H15-54) OP Minyak agar Diteruskan KUDUS - Operasi pasar (OP) untuk minyak goreng yang dilakukan pada Rabu (16/5) lalu diusulkan untuk diteruskan. Hal tersebut dimaksudkan menurunkan harga komoditas tersebut, sehingga lebih mampu dijangkau masyarakat. "Bila harga minyak goreng naik terus, pembeli menjadi sedikit," kata pedagang minyak goreng di pasar Bitingan, Sumiyati, kemarin. Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Kudus, S Mujib menegaskan, bila memang OP mampu menurunkan harga komoditas tersebut, pihaknya tentu akan mendukung untuk diteruskan.(H8-36) NU Waspadai Aliran Agama PATI- Makin gencarnya aliran agama dan aliran politik yang dibungkus dengan agama masuk ke Indonesia akhir-akhir ini, sangat diwaspadai oleh Nahdlatul Ulama (NU). Pasalnya, masing-masing aliran tersebut di negara asal telah menuai konflik. Penegasan ini disampaikan Ketua PB NU KH Hasyim Muzadi dalam acara konsolidasi jajaran pengurus dan badan otonom NU se-Kabupaten Pati di Gedung Haji Pati, Kamis (17/5). Dia menyatakan, sejumlah aliran agama seperti syiah dan wahabiyah tidak sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia. (fen-76) Petani Minta Toleransi hingga Panen REMBANG - Sejumlah lahan yang dibeli PT PLN untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke di Desa Leran dan Terahan Kecamatan Sluke, Rembang, dipasangi tanda larangan bagi masyarakat untuk beraktivitas di atasnya. Akibatnya, sejumlah petani terpaksa memanen padi yang masih belum cukup umur. Sejumlah petani yang belum panen padi berharap agar PT PLN memberi waktu beberapa pekan lagi hingga tanamannya siap dipanen. Asisten I Pemkab Gatot Sugiharso SH mengutarakan, akan berusaha meminta PT PLN memberi waktu kepada petani hingga masa panen. (H19-54) Satgas Gabah Perlu Jemput Bola KUDUS - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus mengharapkan agar mekanisme penyerapan gabah Bulog dapat dioptimalkan. Salah satunya, dengan mengoptimalkan peran satuan tugas (satgas) pembelian, untuk lebih sering turun ke lapangan. "Mereka dapat menghimpun informasi lebih banyak tentang hasil panen petani pada suatu kawasan. Satgas juga harus dapat melakukan jemput bola, untuk melihat kawasan mana yang sedang panen," kata Sekretaris KTNA Kudus, Hadi Sucahyono, Kamis (17/5). Ditambahkannya, penyerapan hasil panen oleh Bulog dengan menggandeng mitra, saat ini juga belum sepenuhnya optimal. Sebab, kenyataannya, mereka seringkali harus bersaing dengan para tengkulak. (H8-36) |