logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Mei 2007 MURIA
Line

Perlu Pemberdayaan Warga

Pengelolaan DAS Terganjal Kendala

KUDUS - Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di kawasan Kota Kretek, rupanya belum sepenuhnya berhasil. Persoalannya, ada tiga faktor penting yang hingga saat ini masih perlu dibenahi, yaitu lingkungan fisik, vegetasi, dan budaya masyarakat.

Pernyataan itu dikemukakan pemerhati lingkungan, Hendy Hendro, Kamis (17/5). Dia menyebutkan, kondisi DAS di Sungai Gelis ataupun Piji, dari tahun ke tahun tidak banyak berubah.

Secara fisik, banyak sungai yang menyempit. Selain itu, vegetasi di bagian hulu DAS juga banyak yang masih gundul. Ditambah lagi, perilaku sebagian anggota masyarakat yang belum sadar betul tentang arti penting DAS.

"Banyak pihak yang kurang memperhatikan persoalan DAS, khususnya pada musim kemarau saat ini," ujarnya.

Namun pada musim hujan, kerusakan di kawasan tersebut menimbulkan banjir bandang bagi masyarakat sekitar seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

"Persoalannya, banyak bantaran dan bahkan di tengah sungai dimanfaatkan warga untuk pertanian," ungkapnya.

Limpasan

Diakui atau tidak, hal itu akan mempercepat sedimentasi sungai. Dampaknya, pada saat ada kiriman air dari kawasan atas (Gunung Muria) dalam jumlah besar, akan terjadi limpasan.

"Kondisi tersebut akan mengancam warga sekitar," tandas dia.

Perlu disadari pula, upaya warga memanfaatkan secuil lahan di tepi sungai memang sering didasarkan karena persoalan perut semata. Terlebih, hal itu tidak dilakukan sepanjang tahun.

"Mungkin harus ada pendekatan yang lebih baik kepada masyarakat agar terdapat pemahaman yang sama mengenai hal itu," sarannya.

Dia berpandangan, daerah bantaran sungai idealnya memang tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan apa pun. Meski demikian, kepentingan masyarakat untuk bercocok tanam di kawasan itu, tentu tidak bisa begitu saja dihentikan.

"Perlu dipikirkan pemberdayaan masyarakat sekitar agar tidak memanfaatkan bantaran sungai. Selain tentu saja, pembenahan kawasan atas dan bantaran sungai itu sendiri." (H8-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA