| Jumat, 18 Mei 2007 | SEMARANG |
Kopotren Tampung Produk Konveksi dan Perajin MakananTINGKIR- Sekitar 80 persen produk pakaian jadi yang dihasilkan puluhan perajin konveksi rumah tangga di Kecamatan Tingkir, ditampung Koperasi Pondok Pesantren (Kopotren) Al Ishlaah Tingkir. Produk rumah tangga tersebut dipromosikan melalui ruang pamer yang dimiliki Kopotren tersebut. Menurut Ketua Kopotren Al Ishlaah Tingkir H Hariono SH didampingi pengurus Drs Akhsin, selain produk konveksi yang dihasilkan warga, produk makanan ringan dari beberapa hasil perajin setempat juga ditampung di koperasi tersebut. ''Para perajin konveksi dan makanan ringan itu juga merupakan anggota Kopotren,'' kata Hariono saat rapat anggota tahunan koperasi itu di gedung TK Tarbiatul Aulat Islahul Muna Tingkir Tengah, Kamis (17/5). Dijelaskannya, selama ini daerah sekitar Tingkir terkenal dengan usaha konveksi dan usaha makanan ringan. Produk perajin itu sudah dipasarkan pedagang perantara hingga ke beberapa kota. Sebagai anggota Kopotren, perajin bisa mendapatkan modal dari usaha simpan pinjam yang menjadi kegiatan utama koperasi itu. Usaha simpan pinjam tersebut diikuti oleh perajin makanan ringan seperti keripik, kue pia, semprong, dan lainnya. ''Pinjaman lunak dengan bunga yang terjangkau itu tidak memberatkan perajin. Kredit macetnya pun sangat kecil sebesar delapan persen,'' paparnya. Anak Telantar Kopotren telah mendirikan balai diklat koperasi, Madrasah Diniyah yang menampung murid setempat dan TK/PG Tarbiatul Aulat Islahul Muna. Juga sudah didirikan Yayasan Islatul Muna yang menampung anak yatim dan anak terlantar. Kopotren Al Ishlaah yang berdiri tahun 1989 dan memulai manajemen moderen sejak tahun 2000 itu, kini memiliki sekitar 1.600 anggota dengan omzet usaha mencapai Rp 1,8 miliar. Sedangkan aset yang dimiliki termasuk bangunan Koperasi di Jalan Raya Tingkir memiliki nilai Rp 1,2 miliar. (H2-16) |