| Jumat, 18 Mei 2007 | INTERNASIONAL |
Batal Dikirim ke IrakLONDON - Militer Inggris membatalkan misi mengirim Pangeran Harry ke Irak, karena medan tempur di negara Teluk itu dianggap terlalu berbahaya bagi pangeran berusia 22 tahun tersebut. Pemimpin Angkatan Darat Inggris Jenderal Sir Richard Dannatt mengatakan keputusan itu diambil karena ada ancaman serius terhadap Harry jika dia dikirim ke Irak selatan untuk bergabung dengan sekitar 7.200 tentara Inggris. ''Setelah kunjungan ke Irak pekan lalu, saya menemukan sejumlah ancaman terhadap Pangeran Harry dan pasukannya. Saya tidak siap dengan risiko itu,'' demikian pernyataan Dannatt. ''Saya tahu Pangeran Harry akan sangat kecewa dan pasukannya akan merindukan kehadirannya di Irak.'' Sejumlah kelompok gerilyawan Irak mengancam akan membunuh atau menculik Harry. Para analis pertahanan memperkirakan, karier militer Harry tidak akan berjalan mulus jika dia tidak memimpin pasukannya di medan tempur. ''Harry kini mirip seorang petugas pemadam kebakaran yang tidak diizinkan memadamkan api,'' kata John Nichol, mantan pilot pesawat pengebom Angkatan Udara Inggris, kepada BBC kemarin. Juru bicara Harry mengatakan putra Pangeran Charles itu sangat kecewa, namun sepenuhnya bisa memahami keputusan Angkatan Darat Inggris. Kendati demikian, serangan balik datang dari orang tua yang kehilangan anaknya dalam perang Irak. ''Tampaknya, nyawa Harry jauh lebih berharga ketimbang putra saya atau hampir sekitar 150 prajurit Inggris lainnya yang meninggal di Irak,'' kata Reg Keys, ibu dari Tom yang tewas di Irak. ''Jika perang itu terlalu berbahaya bagi Harry, itu berarti juga terlalu berbahaya bagi prajurit lain,'' kata Rose Gentle, yang seorang putranya meninggal di Irak. Sebelumnya, Harry direncanakan ditempatkan di Basra, Irak selatan, bersama Resimen Blues and Royal bulan ini. Pengiriman pasukan Harry itu merupakan bagian dari rotasi terakhir pasukan Inggris di Irak.(rtr-ben-26) |