| Jumat, 18 Mei 2007 | EKONOMI |
Pasar Ritel Semarang Makin KetatSEMARANG-Pesatnya pertumbuhan pasar ritel di Semarang, mau tidak mau membuat persaingan semakin ketat. Jika tidak ingin tergusur dengan para pesaing, tentunya setiap pasar ritel harus melakukan inovasi dan pembenahan. Hal ini diungkapkan Nurcahyo Aviantoro, Branch Manager Sri Ratu Peterongan usai re-opening atau pembukaan kembali Sri Ratu Peterongan, Rabu (16/5). "Pertumbuhan mal sekarang semakin ketat, sehingga jika kita tidak berubah mengikuti perkembangan jaman, maka kita akan tertinggal," katanya. Sejak berdiri tahun 1988, baru satu tahun terakhir proses renovasi dilakukan untuk membuat "wajah" Sri Ratu Peterongan kembali bersinar. Dengan membidik segmen menengah ke bawah, manajemen Sri Ratu yakin mampu meningkatkan pertumbuhan hingga 40 persen. Menurut Marketing Manager Sri Ratu, Esther W Sardjono, harga yang semi grosir dan kompetitif, serta produk yang lebih beragam, menjadikan mal empat lantai ini akan mampu bersaing dengan pasar ritel yang sudah ada. Kini, dengan area parkir yang lebih luas serta tempat berbelanja yang nyaman, pengunjung bisa leluasa memilih barang-barang kebutuhan, sesuai konsep awal one stop shopping dengan slogannya "Baru, Beda, dan Murah". Satu hal baru yang dimiliki Sri Ratu Peterongan adalah travelator (sejenis eskalator yang datar) untuk memudahkan pengunjung berbelanja di supermarket yang kini cukup nyaman, dengan berbagai hadiah dan potongan harga yang ditawarkan. Selain itu, Family Center di lantai 4 juga menawarkan berbagai permainan baru yang cukup menarik dengan menggandeng Game Fantasia, serta permainan lain yang pasti disukai anak-anak. Serangkaian acara digelar memeriahkan pembukaan mal yang terletak di Jl Peterongan tersebut. Sebagai pembuka, para pengunjung dihibur dengan atraksi pertujukan barongsai dari Yayasan Genta Suci Ambarawa. Prosesi pengguntingan pita sendiri dilakukan oleh Presiden Direktur Sri Ratu Group, Trisno Santoso. (J14-59) |