logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Mei 2007 BANYUMAS
Line

Koalisi PPP dan PAN Makin Solid

PURWOKERTO-Koalisi PPP dan PAN menghadapi Pilkada April 2008 makin solid. Pertengahan Juni koalisi akan dideklarasikan. Setelah itu kedua partai menyiapkan tahapan untuk mengusung calon bupati yang akan bertarung dengan calon dari partai lain.

Sekretaris DPC PPP Banyumas Arief Rahmanto mengatakan kendati rencana koalisi sudah solid, pihaknya tidak tertutup kemungkinan bergabung atau mengandeng partai lain.

Penjajakan terhadap beberapa partai, lanjut dia, terus dilakukan. Makin banyak yang bergabung kian besar pula peluang untuk memenangi pilkada nanti. ''Prinsipnya, kami (PPP-Red) tetap membuka komunikasi dengan semua partai. Namun saat ini yang sudah mantap ya dengan PAN,'' ujar Arief, kemarin.

Koalisi tersebut, menurut dia, harus dimatangkan lagi karena nanti juga akan dibahas bagaimana mekanisme merekrut calon bupati dan wakil bupati, termasuk model penjaringannya.

Calon bupati dan wakil bupati yang sudah mengadakan pembicaraan awal ada tujuh orang. Yakni, Imam Durori (Wakil Bupati), Singgih Wiranto (Sekda), Bambang Priyono (mantan sekda), Sujatmo (polisi), Budi Santosa (pengusaha), Tarsun (Kepala Dinas pendidikan Brebes), dan Aris Wahyudi (pengusaha).

''Mereka nanti disaring. Namun model penyaringan untuk sementara ada di kamar masing-masing (partai-Red). Mereka juga sudah melakukan pendekatan dengan PAN. Wacana ke depan masing-masing akan membawa tiga nama,'' tambahnya.

Jelang Pilkada

Calon-calon itu, menurut dia, akan disaring bersama-sama. Tidak ada istilah rangking. Calon yang akan ditetapkan dihasilkan dari komunikasi antara PPP dan PAN. ''Untuk mempersiapkan itu, pekan terakhir bulan ini kami akan konsolidasi dengan semua pengurus, kader, dan organisasi di bawah naungan PPP. Itu sekaligus persiapan menyongsong tahapan pilkada yang makin dekat,'' jelasnya.

Arief menegaskan partai dan masyarakat menghendaki pihaknya menyiapkan kader untuk diajukan menjadi calon bupati atau wakil bupati. Antara lain Ketua Umum KH Zuhrul Anam Hasyim (Gus Anam). ''Namun kalau masyarakat tidak menghendaki, tak masalah. Toh membangun Banyumas tidak harus di pemerintahan, tetapi bisa dari luar,'' tandasnya. (G22-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA