SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 15 Mei 2007

Tak semua orang gemar bergelut dengan jabatan, walaupun naluri manusia boleh dikata ingin selalu dekat dengan kemuliaan. Setidak-tidaknya, HA Ghautsun termasuk "makhluk langka" itu. Dia mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPRD Kota Tegal, dengan menyerahkan surat resmi kepada pimpinan Dewan, lalu mengembalikan semua fasilitas dinas, serta menolak menerima gaji. Terdapat alasan administratif yang terkait dengan struktur hubungan antara DPRD dengan pusat, yang menurutnya tidak memungkinkan DPRD berkembang sesuai dengan tuntutan kedaerahan, sehingga selama ini sekadar menjadi "pelengkap".

Karachi terus rusuh. Bentrokan berdarah antara pendukung Presiden Pervez Musharraf dan mantan Hakim Agung Iftikhar Chaudhry sejak akhir pekan lalu, belum juga reda. Puluhan orang tewas. Menteri Dalam Negeri Syed Kamal Shah memerintahkan tembak mati siapa pun yang terlibat, terutama yang membawa senjata api. Kerusuhan di kota terbesar Pakistan itu dikhawatirkan berkembang menjadi bentrok antaretnis, seperti pernah terjadi pada 1980-an dan 1990-an. Sebagai kota pelabuhan yang lama menjadi Ibu Kota sebelum digantikan Islamabad, Karachi dihuni oleh beragam etnis, termasuk yang dulu berasal dari India.

Untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik, suka tidak suka, pemerintah harus segera mencari jalan keluar. Pemerintah harus menggalakkan penggunaan pupuk organik yang mudah diakses petani dengan teknologi tepat guna.

TIMOR Leste, dulu Timor Timur, punya presiden baru menyusul terpilihnya Jose Ramos Horta menggantikan Xanana Gusmao. Horta akan menakhodai negara itu setidaknya untuk masa lima tahun ke depan.

HEBOH,itulah kata yang tepat untuk memberikan identitas diri dari infotainmentkita akhir-akhir ini. Acara yang ditampilkan selalu hot dan terkini serta sulit dibedakan antara fakta atau hanya gosip. Bahkan cenderung menonjolkan unsur hiperbolis dari suatu peristiwa tanpa mengenal aspek privacy pihak yang terkait.

Pada 1996 lalu, Corruption Perceptions Index mendaftar/memasukkan Indonesia ini sebagai negara yang paling banyak praktik korupsinya. Ironis, negara yang mayoritas penduduknya muslim, tetapi tingkat korupsinya tinggi. Padahal Islam mengutuk perbuatan korupsi. Jadi fenomena korupsi sebenarnya sebagai tamparan bagi bangsa.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA