| Selasa, 15 Mei 2007 | SEMARANG |
Tim Investasi PKB Datangi SalatigaSALATIGA- Tim Investigasi dari DPW PKB Jateng dan DPP dikabarkan melakukan klarifikasi ke Salatiga terkait surat pemecatan Sri Yuliani sebagai anggota dan pengurus DPC Salatiga. Tim yang disebut-sebut dipimpin Ali Ansari dan Romli Mubaraq itu menemui beberapa tokoh PKB Salatiga. Ketua DPC Kota Salatiga Muh Haris SH membenarkan kedatangan tim tersebut. Dia mengatakan, jika mereka mencari fakta-fakta di lapangan. Yakni mengenai pengaduan DPC dan pengaduan keluarga Sekda Kota Salatiga Drs H Sutedjo MSi terkait persoalan pribadi dengan Sri Yuliani. Sebelumnya DPC telah mengirimkan surat kepada DPW dan DPP tentang usulan pemecatan tersebut. Kedatangan tim tersebut, menindaklajuti laoran itu. Haris mengakui, tim meneliti surat pengaduan keluarga Sutedjo. Pengaduan itu terkait dengan dugaan kedekatan hubungan Yuliani dengan Sekda. Keluarga Sutedjo sendiri telah melaporkan ke DPW dan DPP. Sri Yuliani mengatakan, tidak pernah menerima surat pemecatan itu. Adapun rapat pleno tanggal 27 April yang digelar DPC dinilai cacat hukum, karena tidak dihadiri semua pengurus. Adapun terkait tudingan hubungan pribadi dengan pejabat penting di Salatiga, Yuliani mengatakan tuduhan itu tidak benar. Sebab tanpa ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Sukirman, Humas PKB Jateng ketika dihubungi membenarkan jika ada tim yang datang ke Salatiga menindaklanjuti surat usulan pemecatan terhadap Sri Yuliani. Namun, kedatangan tim tersebut tidak resmi dan tanpa sepengetahuan Dewan Tanfidz DPW PKB Jateng. Sedangkan tim dari DPP, DPW juga tidak mengetahuinya. Terpisah sejumlah kader PKB yang mewakili pengurus ranting mendatangi Kantor DPC di Jalan Pattimura. Kedatangan mereka ditemui Ketua DPC PKB Muh Haris. Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan kepengurusan beberapa ranting yang belum disahkan, dan dikatakan Haris akan dirapatkan kemudian. Sementara soal Garda Bangsa akan diselesaikan secara internal. Pengganti Sementara itu di Komisi III (Pembangunan) DPRD Kota Salatiga, dilakukan pemilihan sekretaris yang sebelumnya dipegang Sri Yuliani. Menariknya, Wakil Ketua Komisi III Arif Budiyanto, ikut dalam pencalonan pemilihan jabatan sekretaris komisi, sehingga pemilihan sekretaris dipaketkan dengan jabatan Wakil Ketua. Sayangnya dalam voting yang digelar kemarin, Arif akhirnya tidak mendapat jabatan apa pun. Terpilih Asadullah Munthakob sebagai Sekretaris Komisi dan H Toto Suprapto sebagai Wakil Ketua. (H2-16) |