| Selasa, 15 Mei 2007 | SEMARANG |
Pembentukan BPD Tak Transparan, Warga DemoKENDAL- Tak puas dengan hasil pembentukan anggota badan perwakilan desa (BPD), Senin (14/5) puluhan warga Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, menggelar aksi unjuk rasa di kantor kecamatan. Mereka menilai, proses pembentukan BPD itu kurang transparan. ''Prosesnya seperti apa, warga tidak tahu. Mendadak, nama-nama anggota BPD diumumkan ke masyarakat pada Senin (7/5) lalu. Kami meminta hasil pemilihan diulang. Anggota BPD yang diangkat, bukan pilihan warga,'' kata seorang wakil pendemo, Sugeng Sutarno. Aksi unjuk rasa di halaman kantor kecamatan dimulai sekitar pukul 10.45. Belasan petugas dipimpin Kapolsek Kaliwungu AKP Sunardi dan Danramil Kaliwungu Kapten Asikin tampak mengawal jalannya demo. Selama beberapa saat, mereka secara bergantian melakukan orasi. Lima wakil pendemo ditemui Sekcam Kaliwungu Selatan Triyono Wahyudiharto, mewakili Camat Rubiyanto SSos yang sedang tugas dinas luar. Lima wakil pendemo itu, Budi Santoso, Sugeng Sutarno, Rosiati, Subadi, dan Suroso. Kades Darupono Ir Sukirman tampak ikut mendampingi pendemo dalam dialog. Dialog yang digelar di kantor kecamatan berlangsung pelik dan lama. Hal ini sempat memancing ''rasa tidak sabar'' puluhan pendemo yang menunggu di luar. Mereka hampir memaksa untuk masuk ke kantor, namun dapat dicegah petugas. Diluluskan Sementara itu dalam dialog, para wakil pendemo tetap bersikukuh pada pendiriannya. ''Kami meminta pihak kecamatan untuk menunda pelantikan anggota BPD. Mereka itu memang memenuhi syarat administrasi, namun tidak mendapat dukungan dari masyarakat,'' kata Suroso dalam dialog. Misal, lanjut dia, beberapa anggota BPD ada yang diangkat dari unsur tokoh agama. ''Di desa kami banyak tokoh agama. Yang diangkat menjadi anggota BPD itu, bukan tokoh agama yang kami pilih.'' Setelah menggelar dialog selama hampir dua jam, Sekcam Triyono meluluskan permintaan pendemo. Hal itu diputuskan, setelah meminta pertimbangan Camat Rubiyanto dan beberapa staf Bagian Pemdes yang datang ke kecamatan. ''Pemilihan anggota BPD Darupono akan dimusyawarahkan kembali, mulai proses awal sesuai aspirasi yang berkembang,'' tandas Sekcam Triyono. Namun, imbuh dia, setelah proses pemilihan BPD yang baru dilaksanakan, para wakil pendemo harus menjamin iklim kondusif di Desa Darupono. ''Pembentukan anggota BPD yang baru harus sesuai aturan dan sesuai aspirasi masyarakat. Lima wakil pendemo dan warga yang berunjuk rasa di tempat ini harus ikut menjamin menciptakan suasana kondusif di desanya. Tidak ada lagi demo, dan aksi lain setelah proses pemilihan BPD baru.'' (G15-16) |