| Selasa, 15 Mei 2007 | SEMARANG |
Mewarisi Kejujuran Syeh Abdul QodirDEMAK - Pondok Pesantren Al Kautsariyyah, Desa Jamus, Mranggen, baru-baru ini menggelar pengajian akbar dalam rangka haul Syeh Abdul Qodir Jailani. Acara yang digelar pukul 13.00 di pondok asuhan ahli ilmu hikmah, KH Masduki Abdurrahman Khanafi itu, dihadiri sekitar 500 jamaah dari Jamus dan sekitarnya. Kegiatan juga dimeriahkan rebana putri moderen Al Kautsariyyah. KH Jahron Mustofa Kemal dari Kendal yang menjadi pembicara menguraikan silsilah Syeh Abdul Qodir yang merupakan keturunan langsung dari Rasulullah Muhammad SAW dari garis ayah keturunan ke-13 dan ibu keturanan ke-12. Diceritakan, ulama itu semasa kecilnya sudah berpuasa tiap ramadan. Syeh Abdul Qodir, kata dia, ketika kecil sudah membuat gerombolan perampok memeluk Islam, karena kejujurannya. Ceritanya, saat diajak pamannya berdagang ke Negeri Syam, mereka dicegat gerombolan perampok. Sebelum berangkat, Abdul Qodir dinasihati ibunya agar jujur. Selain itu, dia juga dibekali oleh ibunya uang emas yang ditelakkan di bawah ketiak kanan dan kirinya. Karena jujur, kata Kiai Jahron, Abdul Qodir mengaku membawa uang emas saat ditanya perampok. Namun justru kejujuran itulah yang akhirnya mampu meluluhkan hari perampok. Akhirnya, mereka ramai-ramai masuk Islam. (G7-62) |