logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Mei 2007 SEMARANG
Line

Jalan R Suprapto Tak Layak Jadi Jalan Protokol

GROBOGAN- Sejumlah kalangan menilai kondisi Jalan R Suprapto Purwodadi tidak layak dijadikan jalan protokol kota. Alasannya, jalan di tengah kota mulai Bundaran Simpang Lima hingga RS Yakkum Purwodadi itu, bergelombang dan ambles di beberapa tempat. ''Sangat tidak layak. Jika ditilik dari kondisinya, jelas tidak bisa disebut sebagai jalan protokol,'' ujar Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo, kemarin.

Dia menjelaskan, jalan yang ambles berada di sekitar Rutan Purwodadi, Swalayan Luwes, SMA Negeri 1, dan depan Mini Mal Laksana. Di empat tempat tersebut jalan yang ambles cukup dalam.

Selain membahayakan pengguna jalan, juga tidak memenuhi syarat sebagai jalan protokol. ''Yang namanya jalan protokol tentu harus memenuhi sejumlah hal. Seperti, estetika, kenyamanan, dan jaminan keselamatan bagi pengguna jalan,'' paparnya.

Mengganggu

Hal senada juga dikatakan Amin, warga perumahan Sambak Indah Purwodadi. Menurut dia, kawasan jalan ambles di Jalan R Suprapto jelas sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. ''Kondisi jalan utama seperti itu sangat membahayakan. Kabarnya juga sering terjadi kecelakaan di tempat tersebut,'' ujarnya.

Warga Purwodadi yang lain, Agus Haryanto, mengaku malu melihat kondisi Jalan R Suprapto yang selama ini dikenal sebagai jalan protokol. Menurut dia, jalan protokol seharusnya tertata rapi, nyaman, dan aman dilewati pengguna jalan. ''Seharusnya Pemkab memikirkan masalah ini. Jalan protokol seharusnya terlihat cantik, karena menjadi semacam etalase kota,'' papar dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Grobogan Ir Ahmadi Widodo MT menyatakan, pihaknya telah memberi perhatian pada semua kondisi jalan di Kota Purwodadi. Saat ini Jalan R Suprapto memang tidak layak dianggap sebagai kawasan jalan protokol. Karena itu, DPU berencana memperbaiki jalan tersebut melalui anggaran APBD 2008. (hs-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA