logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Mei 2007 SEMARANG
Line

Harga Minyak Goreng di Purwodadi Stabil

  • Warga Berharap Ada OP

GROBOGAN-Harga minyak goreng di Purwodadi selama satu minggu terakhir terpantau stabil. Harga minyak di sejumlah agen dan pedagang, bahkan tidak sampai melebihi Rp 7.500/kg.

Menurut Ny Budi pemilik Toko Gubug, di Jl A. Yani Purwodadi, harga tersebut khusus untuk minyak goreng curah kualitas B. ''Satu minggu terakhir ini harga memang stabil. Tidak ada kenaikan, minyak curah B di tingkat agen seperti saya dijual Rp 7.200/kg,'' ungkap dia kepada wartawan Senin (14/5) kemarin. Sedangkan untuk minyak curah jenis A, dia menjual Rp 8.300/kg.

Hal yang sama juga terlihat di Toko Pitulas, milik Irawati. Harga minyak jenis B dijual sekitar Rp 7.200/kg.

Irawati menyatakan tidak menjual minyak goreng jenis A. Pasalnya, rata-rata konsumen lebih suka menggunakan minyak jenis B.

Ny Slamet pemilik kios di Kawasan Pasar Induk Purwodadi, menyatakan harga minyak kualitas B di tingkat pedagang mencapai Rp 7.500.

Hal ini disebabkan pedagang harus memperhitungkan sejumlah ongkos yang telah dikeluarkan selama melakukan pembelian minyak dari agen.

''Di tingkat pedagang harga memang naik, karena kita butuh ongkos transportasi, belum lagi ditambah ongkos pembelian plastik dan karet sebagi pembungkus minyak,'' kata Bu Wagimin pemilik kios yang lain dikawasan Pasar Induk.

Menjerit

Meski sejumlah agen dan pedagang mengatakan harga minyak stabil dan tidak mengalami lonjakan, namun tidak demikian yang terjadi pada warga.

Mereka umumnya mengaku menjerit manakala harga minyak goreng masih sangat tinggi dan tidak pernah terlihat turun.

''Kalau bisa harga diturunkan dibawah Rp. 5.000. Saya tidak habis pikir kenapa harga minyak jadi lebih mahal dibanding beras. Susah jadi rakyat kecil,'' kata Chudori warga Desa Tirem Kecamatan Brati.

Sementara Karsojo warga Desa Karanganyar Kecamatan Purwodadi berharap pemerintah segera menggelar operasi pasar untuk menekan harga minyak yang sudah tidak terjangkau lagi oleh sebagian warga.

Adapun Sugiyanti warga Desa Kembangan, Kecamatan Pulokulon terpaksa bersiasat menghadapi tingginya harga minyak.

Dia yang selama ini, mengaku lebih suka menggunakan minyak kemasan terpaksa beralih menggunakan minyak goreng curah. ''Terpaksa, habis minyak sekarang mahalnya minta ampun,'' ungkap dia.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Kadis Perindagtam) Edi Haryoto menyatakan dalam pekan ini akan mengumpulkan para agen minyak goreng se-Grobogan.

Tujuannya untuk membicarakan kemungkinan digelarnya OP. Dinas ungkap dia, juga telah mendapat surat dari Provinsi untuk menekan harga minyak goreng dibawah Rp 6.600. (hs-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA