logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Mei 2007 SEMARANG
Line

Ditawari Membunuh, Lapor ke Polisi

SEMARANG - Lantaran takut usai mendapat tawaran membunuh, seorang buruh asal Demak melapor ke Polwiltabes Semarang, Senin (14/5) siang. Pelapor adalah Edi Susanto (24), buruh bangunan yang sedang mengerjakan laboratorium sebuah SD di daerah Semarang Barat.

Edi datang ke Mapolwiltabes Semarang dengan ditemani seorang rekannya. Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) dan anggota Satreskrim yang berjaga, pelapor menuturkan, tawaran membunuh itu disampaikan Drm (35), seorang pemborong bangunan, tinggal di daerah Tawangsari Semarang. Edi mengaku kenal dekat dengan Drm, karena dia adalah anak buahnya.

"Saya diiming-imingi bayaran uang Rp 10 juta untuk satu orang yang akan dibunuh. Jumlah orang yang akan dibunuh ada tiga," kata pelapor tanpa memberitahukan secara jelas nama-nama calon korban tersebut. Ditengarai, ketiga sasaran pembunuhan itu adalah tetangga Drm.

Bahkan, pelapor sudah diberi uang panjer senilai Rp 1,5 juta. Sisanya, akan dibayar lunas jika sudah menghabisi tiga nyawa sasarannya.

Edi juga menyerahkan uang Rp 1,5 juta yang selama ini disimpannya kepada polisi saat membuat laporan. Uang itu diberikan Drm pada tanggal 25 April.

"Uang itu sama sekali belum saya utak-atik. Sebab saya takut dan bingung setelah menerima uang itu," ungkap Edi ketika didesak polisi kenapa uang itu masih dipegangnya. Dia mengaku tidak tenang usai menerima uang tersebut. Dia juga kerap didesak dan ditanya Drm, apakah sudah melakukan perintahnya apa belum.

Takut dan Bingung

Karena takut dan bingung itulah, Edi akhirnya berinisiatif melapor ke polisi. "Kalau uangnya saya kembalikan, saya khawatir dia (Drm-Red) akan menyuruh orang lain untuk membunuh tiga orang itu," kata dia. Edi mengaku tidak tahu pasti motif bosnya menyuruh menghabisi nyawa ketiga orang tersebut.

Namun, dia pernah mendengar kabar, Drm menaruh dendam kepada tiga orang tetangganya itu. "Dendam masalah apa saya kurang tahu. Yang pasti saya hanya disuruh menghabisi nyawanya." Menurut Edi, Drm pernah akan menghabisi nyawa tiga orang itu lewat santet.

Edi juga mengaku pernah diajak Drm ke seorang paranormal untuk menyantet ketiga orang yang dimaksud itu.

Akan tetapi, lanjut dia, keinginan itu tidak disanggupi oleh paranormal. Merasa gagal, Drm lantas menyuruh Edi untuk membunuh ketiganya. Kini, polisi masih melakukan penyelidikan usai Edi memberikan laporan ke polisi. (H21, D12-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA