logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Mei 2007 SEMARANG
Line

Jalur Sekaran - Srondol Ditagih

SEMARANG- Warga meminta jalan tembus Sekaran - Srondol yang sudah direncanakan sejak 2002 segera direalisasikan. Selain mempersingkat jarak kedua wilayah, jalan itu diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Sekaran dan kawasan Jatingaleh.

Sulis (30) warga Pedalangan, Banyumanik telah mendengar rencana pembangunan jalan tembus Sekaran - Srondol semenjak lama. Saat mendengar rencana itu dia mengaku gembira. Namun dia tidak tahu, kenapa hingga kini jalan tersebut tak kunjung dibangun.

Jalan Sekaran - Srondol, kata Sulis, akan memudahkan akses warga di kedua wilayah. Selama ini, untuk mencapai kawasan Sekaran dari Srondol, dan sebaliknya, warga harus memutar.

Ada dua jalur yang biasa digunakan. yakni ke arah selatan melewati Jalan Pramuka dan seterusnya ke Gunungpati atau ke utara melalui Jalan Pawiyatan Luhur.

''Dengan adanya jalan tembus itu, saya dari Banyumanik akan bisa lebih cepat menuju kawasan Sekaran,'' katanya.

Jalan tembus itu juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Sekaran dan Jatingaleh. Logikanya, warga Sekaran yang akan menuju Srondol, atau sebaliknya lebih memlilih jalan tembus itu.

Dengan demikian, jalan raya Sekaran dan Jatingaleh yang biasa mereka lalui akan sedikit lengang.

Tunggu Realisasi

Sriyanto (32) warga Griya Sekar Gading, Gunungpati juga sudah lama menunggu realisasi jalan tembus itu.

Dia yang bekerja sebagai rekanan PLN sering mendatangi kantor cabang perusahaan negara tersebut di Srondol.

Selama ini untuk menuju ke sana, Sriyanto harus memutar melalui Jalan Pawiyatan Luhur.

''Tetangga saya juga sering rasan-rasan tentang jalan tembus itu. Kalau cepat dibangun bagi warga tentu lebih enak.''

Kasie Jalan dan Jembatan DPU Kota Ir Iswar Aminudin mengatakan, pembangunan jalan tembus tersebut terkendala dana.

Realisasi jalan sepanjang kurang lebih 4 km tersebut menunggu turunnya dana dari pusat.

Kendati demikian, dia mengaku tidak tahu secara pasti besaran nilai proyek tersebut. ''Seperti proyek Jembatan Kartini dan Jalan Ngaliyan - Boja, pembiayaan jalan Sekaran-Srondol memang dari pusat. Pemkot hanya menambah kekurangannya,'' kata Iswar, Senin (14/5).

Sejauh ini, pihaknya terus berupaya menanyakan kepada pemerintah pusat, namun hingga kini belum juga mendapat jawaban. Selain soal pembebasan lahan, pengerjaan jalan tembus juga menghadapi kendala teknis, seperti panjangnya bentangan jembatan yang harus dibangun.

Menurut Iswar, rute jalan tembus harus melalui Kali Garang yang lebar dan bertebing curam.

Berdasar pengukuran, panjang bentang jembatan yang harus dibangun mencapai 120 meter.

''Rencananya, sebelum pembangunan jalan tembus, jembatan ini akan dibuat terlebih dahulu.''(H6-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA