| Selasa, 15 Mei 2007 | SEMARANG |
Pasar Johar Perlu Ditinggikan
BALAI KOTA- Wali Kota Sukawi Sutarip kembali melontarkan gagasan untuk meninggikan Pasar Johar. Hal itu terkait dengan tingginya genangan rob yang melanda pasar tradisional terbesar di Kota Semarang tersebut. Mulai dari pedagang, masyarakat, pemerhati bangunan bersejarah, hingga pakar yang menginginkan agar bangunan karya Thomas Karsten itu dipertahankan. Tak Dirugikan Menurutnya, pedagang Pasar Johar tidak akan dirugikan dengan rencana pembangunan kembali pasar tersebut. Mereka akan memperoleh prioritas menempati kios dalam ''Pasar Johar Baru''. Bahkan, kalau dihitung-hitung, pedagang diuntungkan dengan rencana tersebut. ''Pedagang lama akan tetap di sana dengan mengganti ongkos bangunan. Perkiraan saya, paling sekitar Rp 2 juta-Rp 3 juta per meter persegi,'' tutur dia. Dengan harga itu, Sukawi mengatakan, pedagang akan menikmati untung berlipat ganda. Nilai ekonomis setiap kios diperkirakan mencapai Rp 200 juta pada masa mendatang. ''Konsep yang disiapkan seperti di Pasar Tanah Abang. Saya kira kalau pedagang tahu rincian semacam ini, mereka pasti meminta Ndang gek dibangun, Pak. Saya yakin itu,'' tandasnya. Dia memaparkan, tingginya nilai ekonomis Pasar Johar tidak terlepas dari letak strategisnya. Diilustrasikan, kalau kios dibangun di hutan dengan harga Rp 2 juta-Rp 3 juta, nilai ekonomisnya akan sama dengan nilai bangunan. ''Tapi, karena dibangun di Johar, nilai ekonomisnya melambung tinggi,'' tuturnya. (H9-37) |