| Selasa, 15 Mei 2007 | KEDU & DIY |
Kampanye Osteoporosis (2-Habis)Menghindari Sinar Matahari, Rawan Pengeroposan Tulang
PENELITIAN yang dilakukan sejumlah pihak mengenai osteoporosis ternyata cukup mengejutkan. Harusnya masyarakat di daerah khatulistiwa yang banyak terkena sinar matahari lebih tahan terhadap pengeroposan tulang. Namun pada penelitian di Jakarta, wanita-wanita di Jakarta ternyata kekurangan vitamin D. ''Vitamin D dihasilkan dari paparan sinar matahari yang diterima tubuh sedangkan kalsium ditemukan pada makanan olahan dari susu, sayuran hijau, dan ikan-ikanan,'' papar Peneliti Kepala dari SEAMEO TROPMED RCCN Universitas Indonesia Dr Siti Muslimatun. Kalsium dan vitamin D merupakan nutrisi penting untuk membentuk tulang kuat dan menjaga kesehatannya secara optimal. Tanpa nutrisi cukup tulang berisiko menjadi tipis, keropos, dan mudah patah. Itulah yang dikenal sebagai osteoporosis. Rendahnya tingkat vitamin D pada wanita di Jakarta, menurut Siti, cukup mengejutkan mengingat kota tersebut terletak di garis khatulistiwa dan menikmati sinar matahari sepanjang tahun. Dia menduga, ada kemungkinan wanita Asia (termasuk di Jakarta dan daerah lain di Indonesia) berpakaian tertutup yang meninggalkan sedikit area kulit terbuka, ada pula wanita menghindari matahari dengan alasan kecantikan. ''Padahal sinar matahari akan mengaktifkan vitamin D yang ada dalam kulit, jadi kalau tak kena sinar matahari ya bakal kekurangan vitamin itu. Jangan takut kulit jadi gelap dan kusam, yang penting kesehatan tulang terjaga. Biasanya perempuan yang takut terkena matahari,'' imbuh dokter Tria Rosemiarti dari PT Fonterra Brands Indonesia selaku produsen susu Anlene. Laki-laki Juga Rawan Mengapa lebih banyak diulas mengenai perempuan yang rentan terhadao osteoporosis? Sebenarnya tidak demikian, laki-laki pun rawan terkena. Hanya jumlahnya lebih sedikit karena aktivitas pria memang lebih banyak dibanding wanita. Menurut dokter Nyoman Kertia SpPD KR, kalau pada wanita usia di atas 50 tahun memiliki nilai kerawanan 30% sedangkan laki-laki hanya 20%. Penduduk di daerah dingin yang jarang terkena sinar mahatari rentan terkena osteoporosis. Di belahan Eropa yang mataharinya jarang muncul sebenarnya rawan namun di sana ditopang dengan asupan gizi yang baik. Faktor penyebab osteoporosis, menurut dokter Tria, ada dua, yakni tak dapat diubah dan dapat diubah. Faktor yang tak dapat diubah yakni keturunan, suka bangsa (ras), usia, jenis kelamin, menopause, dan tinggi badan. Sementara itu, faktor dapat diubah meliputi akibat makanan, kurang kegiatan fisik, kebiasaan merokok, minum alkokol, obat-obatan reumatik, asma, jantung, dan berat badan. Asupan gizi yang baik merupakan cara mencegah pengeroposan tulang. Dia mengatakan, Anlene sebagai susu berkalsium tinggi telah terbukti secara klinis membantu mencegah osteoporosis. Uji klinis dilakukan selama dua tahun di Hong Kong dan Malaysia terhadap 400 wanita. Mereka yang minum Anlene secara teratur terbukti berhasil mengurangi risiko penurunan massa tulang hingga 90% dibandingkan yang tidak minum susu tersebut. Lihat saja bukti ini, Martowijoyono, warga Kedon, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul pernah mengalami lumpuh tahun 1998. Kakinya sangat sakit jika digerakkan sehingga ketika mencari rumput dia nglesot. Laki-laki berusia 79 tahun itu sudah berobat namun tak kunjung sembuh. Akhirnya, dia mengonsumsi Anlene pagi-sore dan sekarang sudah normal kembali dapat berjalan, beraktivitas, dan mencarikan rumput sapinya. Bahkan mencangkul pun sudah kuat. ''Memang kadang masih sedikit sakit di lutut tapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja,'' ujarnya sambil mencangkul di sawah. (70) |