logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Mei 2007 KEDU & DIY
Line

Kehutanan dan Perkebunan Jauh Tertinggal dari Pembangunan Industri

YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sultan Hemengku Buwono X mengatakan, pembangunan di bidang usaha kehutanan dan perkebunan masih jauh tertinggal dari pembangunan industri. Sebab proses industrialisasi belum mengait secara nyata pada bidang kehutanan dan perkebunan.

Tidak saja dalam struktur ekonomi, tetapi juga dalam struktur sosial bahwa masyarakat sekitar kehutanan dan perkebunan belum menampakkan peningkatan kesejahteraannya dibanding masyarakat industri.

Hal itu dikatakan oleh Gubernur DIY ketika membuka rapat paripurna dan Porseni Perum Perhutani di Gedung Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Senin (14/5).

Karena itu, lanjut Sultan HB X, industrialisasi seharusnya tidak dimaknai sebagai upaya pembangunan industri secara fisik saja tetapi juga secara budaya. Artinya, industrialisasi hasil-hasil hutan juga diharapkan membangun masyarakat yang berbudaya industri, meskipun masyarakat tersebut bergerak di bidang kehutanan dan perkebunan.

Sehubungan dengan itu, pertanian dan perkebunan yang berbasis pada luas lahan dan tenaga kerja akan semakin kurang relevan. Sebaliknya, yang berbasis teknologi yang bercorak modern dan maju akan semakin dibutuhkan.

Paradigma Baru

Namun, lanjut Raja Ngayogyakarta Hadiningrat itu, satuan teknologi sebagai ukuran pertanian dan perkebunan modern perlu diperkuat dengan adanya organisasi kerja dengan budaya industrial, sehingga petani dan pekebun masa depan haruslah didukung oleh SDM yang memiliki etos kerja dan budaya industri. Artinya, pertanian dan perkebunan yang dikelola secara industri dengan organisasi kerja yang terspesialisasi, efisien, dan produktif.

''Gagasan pertanian dan perkebunan yang berbudaya industri ini perlu menjadi paradigma baru pembangunan kehutanan dan perkebunan. Konsekuensinya perwujudan paradigma baru itu juga memerlukan suatu transformasi budaya dan transparansi diri,'' ujarnya.

Rapat paripurna Perhutani yang berlangsung hingga 16 Mei tersebut diikuti oleh segenap jajaran pimpinan Perhutani dan non-Perhutani untuk mengevaluasi kinerja Perum Perhutani tahun 2006, meningkatkan produktivitas dan performa/kinerja Perum Perhutani serta meningkatkan kebersamaan dan jiwa korsa rimbawan Perum Perhutani. (P12-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA