| Selasa, 15 Mei 2007 | KEDU & DIY |
DIY Diperkirakan Kekurangan BerasYOGYAKARTA - Diperkirakan tahun 2007 ini, DIY bakal mengalami kekurangan beras. Bahkan 2008 mendatang, diperkirakan juga akan terjadi kekurangan pangan. Hal ini disebabkan karena pasar tradisional sudah tidak lagi menjual beras, namun untuk konsumsi masing-masing sebagai akibat kemarau panjang yang mempengaruhi produk padi. Dengan demikian, Indonesia yang biasanya mengimpor beras untuk cadangan dalam negeri menjadi tidak bisa mengimpor lagi. Sebaliknya harus berusaha sendiri dari dalam negeri, sementara produksi menurun akibat dari kemarau panjang. Hal ini dikatakan Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bambang Wibowo kepada wartawan usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Pemprov DIY, Senin (14/5). Bentuk Lumbung Padi Sehubungan dengan itu, maka Bambang mendesak agar Gubernur DIY kembali membentuk lumbung-lumbung padi kembali seperti dahulu. ''Tidak hanya di tiap kabupaten, namun juga di kecamatan-kecamatan,'' katanya. Menurut dia, dalam pertemuannya itu membahas Bulog yang hanya berhasil menyerap hasil produksi padi dan gabah dari para pedagang di DIY kurang dari 2%. Hal ini disebabkan penanaman padi varietas unggul seperti mentik wangi, rojolele, dan sebagainya harganya di atas harga Bulog. Adapun Bulog justru mengambil beras yang hanya setara dengan IR 64 medium atau C4. ''Namun dengan ada atau tidaknya Bulog tidak akan memengaruhi penjualan padi yang sekarang sudah berjalan baik,'' tambahnya. Menurut Bambang, beras selain dijual untuk konsumsi masyarakat DIY sendiri juga sudah dijual ke luar daerah seperti Jateng, Jakarta, dan Surabaya. Karena itu, DIY yang sebenarnya surplus untuk hasil padi ini, kenyataannya tidak karena hasilnya lari ke luar daerah. (sgt-70) |