| Selasa, 15 Mei 2007 | INTERNASIONAL |
Pemilu Filipina Rawan Kecurangan
COTABATO - Pemungutan suara dalam pemilu lokal dan Kongres Filipina, Senin kemarin, berlangsung dalam suasana pertumpahan darah. Sedikitnya enam warga tewas akibat tembakan. Terjadi pula beberapa serangan granat, termasuk di rumah seorang kandidat di distrik Makati, Manila. Tindak kekerasan dan kecurangan-kecurangan dikhawatirkan masih akan berlanjut selama proses penghitungan suara. Jual-beli suara dan pemalsuan surat suara terjadi di beberapa wilayah pemilihan. Sementara itu, para pengamat merisaukan makin meluasnya upaya-upaya memanipulasi hasil pemilu kali ini. Di wilayah selatan, terjadi beberapa ledakan bom dan tembakan untuk mengintimidasi para pemilih. ''Memuakkan,'' kata Somsri Hananuntasuk, kordinator Asian Network for Free Elections Thailand. ''Saya belum pernah melihat peristiwa seperti ini sebelumnya.'' Somsri memantau pelaksanaan pemilu di desa-desa muslim di selatan. Dia mengatakan, para pemilih terang-terangan diberi uang menjelang pencoblosan. Beberapa kotak suara diisi dengan surat-surat suara palsu. Sampai Senin kemarin, 120 orang tewas sejak kampanye dimulai tiga bulan lalu. ''Filipina sedang berada di persimpangan jalan saat menunggu siapa pemenang pemilu ini,'' kata Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo seusai memberikan suara di Kota Lubao, Manila utara. Kendati popularitasnya terus merosot, sekutu-sekutu Arroyo diperkirakan akan menyapu perolehan 275 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan sebagian besar dari 18.000 pos di pemerintahan lokal. Kuasai Senat Namun, kandidat-kandidat oposisi tampaknya memperkuat cengkeraman mereka atas kursi Senat dengan meraih mayoritas dari 12 kursi yang diperebutkan. Di Senat periode lalu, oposisi memegang mayoritas di Senat, sehingga mereka dengan mudah bisa mengadang rancangan undang-undang yang disponsori pemerintah. Menurut Komisi Pemilu, sedikitnya 3/4 dari 45 juta warga pemilih mendatangi tempat-tempat pemungutan suara kemarin. Pencoblosan ditutup pada pukul 15.00 waktu setempat. Penghitungan secara manual diperkirakan baru akan rampung Selasa siang. Hasil awal untuk Senat menurut perkiraan akan mulai diketahui Kamis lusa, sedangkan hasil final bisa memakan waktu tiga pekan atau satu bulan.(rtr-gn-25) |