| Selasa, 15 Mei 2007 | EKONOMI |
Bahan Baku Minyak Goreng LangkaSEMARANG - Pelaku operasi pasar (OP) minyak goreng, PT Berkah Emas Sumber Terang (BEST), meminta pemerintah untuk segera merealisasikan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) bersubsidi. Saat ini, pengolah minyak goreng kesulitan untuk mendapatkan bahan CPO yang langka. Kalaupun ada harganya melambung tinggi. Harga CPO saat ini mencapai Rp 7.000/kg, naik hingga 40% lebih sejak awal Mei ini. Direktur PT BEST, Widjaja Budijantono, berharap adanya subsidi pemerintah terhadap bahan CPO mampu membantu stabilisasi harga minyak goreng, di samping aksi OP yang dilakukan sejumlah distributor dan prosesor minyak goreng di Jateng. Selama ini, mereka mengalokasikan subsidi secara mandiri untuk menggelontorkan minyak goreng berharga murah ke masyarakat. Harga minyak goreng di pasaran kini telah mencapai hampir Rp 9.000/kg, sedangkan harga minyak goreng OP sebesar Rp 6.750/kg. Harga OP itu akan terus diturunkan secara bertahap, menjadi Rp 6.650/kg dan Rp 6.500/kg pada minggu berikutnya. Sampai Stabil "Kami mendapat kiriman CPO dari sejumlah perkebunan swasta dan PTPN di Kalimantan dan Sumatera. Setiap bulan, kebutuhan CPO kami mencapai 4.000 ton, dengan kapasitas produksi minyak goreng 70% dari jumlah itu. Tapi kini pasokannya tersendat, karenanya kami menunggu subsidi pemerintah terhadap CPO," katanya Senin (14/5). Pekan ini pihaknya menggelar OP di Purwokerto dan Kudus dengan kapasitas masing-masing 10 ton. Rencananya, OP juga akan menyusul di Pekalongan dan Pati. Selanjutnya, jadwal OP di kota lainnya akan dikoordinasikan Dinas Perdagangan Jateng bersama dengan sejumlah distributor. OP ini akan berlangsung hingga harga stabil kembali. Dalam pelaksanaan OP, ia mengaku sedikit mengalami kendala, terutama soal ketertiban dan keamanan. Karenanya, perlu ada upaya antisipasi agar pelaksanaanya berjalan lancar. Terkait dengan efektivitas aksi OP itu, ia mengatakan bukan kewenangannya untuk melakukan penilaian. "Kami hanya ingin membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng murah." Widjaja berharap adanya pemberlakuan pajak ekspor CPO untuk mencegah larinya komoditi itu. Tingginya harga CPO mendorong produsen minyak goreng untuk mengincar pasar ekspor. (H22,G22,wan-59 ) |