logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Mei 2007 SALA
Line

Warga Bantaran Bengawan Solo Usulkan Sertifikasi

PASARKLIWON-Sekitar 90 warga penghuni di bantaran Bengawan Solo yang masuk wilayah Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasarkliwon mengajukan permohonan sertifikasi atas hunian yang mereka tempati tanpa izin.

Selain mengajukan sertifikasi, masyarakat di kawasan Ampera RT 4 dan RT 5/ RW 13 itu juga meminta penataan lingkungan. Pasalnya, kawasan tersebut kumuh dan jorok, serta sanitasinya tidak terjaga. Sehingga kondisi kesehatan masyarakat setempat tidak normal. ''Masyarakat ingin kawasan ini tertata dan menjadi lebih baik,'' kata Lurah Sangkrah, Mahendra, kemarin.

Mahendra mengatakan, lahan yang dipakai warga Ampera yang dijadikan rumah permanen sebagian besar adalah tanah negara. Lokasinya berada di tepi sungai di bawah tanggul. Sisanya, sekitar lima rumah menempati lahan milik pribadi yang menempati secara magersari.

Puluhan Tahun

Menurut dia, mereka menempati lahan itu sudah puluhan tahun. Bahkan sebelum Sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah Sangkrah tersebut dibelokkan oleh pemerintah. ''Sekarang ini jarak rumah dengan bibir sungai agak dekat. Dulu sebelum sungai dibelokan jaraknya cukup jauh,'' ujarnya.

Mahendra berharap, sertifikasi tanah yang diajukan warga bisa direspons dengan baik. Ia mengatakan saat mider praja (berkeliling) dan datang ke Sangkrah pekan lalu, Wali Kota Joko Widodo memberi tanggapan positif atas keinginan warga itu. ''Rencananya sertifikasi tanah ini akan dimasukkan dalam program nasional (prona), sehingga biayanya murah dan beban masyarakat tidak terlalu berat,'' jelasnya.(G8-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA