logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Mei 2007 PANTURA
Line

Tebu pun Dinikahkan Layaknya Manusia

  • Oleh Aris Mulyawan dan Bimo Bayuaji

IRING-iringan rombongan pengantin berjalan menyusuri rel di lingkungan Pabrik Gula (PG) Pangka, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Sabtu (12/5) pagi. Jangan salah, yang dinikahkan dalam acara selamatan musim giling 2007 itu bukan orang, melainkan tanaman tebu. Meski demikian, prosesi dilaksanakan layaknya pernikahan manusia. Bahkan ada ijab kobul pula.

Pengantin laki-laki diberi nama Moch Jaedun bin PS 951 dan pengantin wanita Siti Khasana binti PS 851. Kedua pengantin tebu diarak dengan iringan musik tradisional kenthongan. Mempelai laki-laki diambil dari kebun tebu di Desa Talok, sedangkan yang wanita dari Desa Kendalserut, Kecamatan Pangkah.

"Temanten kekalih asalipun saking kaluwarga sehat, kathah putranipun, saha jenis unggul (Kedua pengantin berasal dari keluarga sehat, putranya banyak, dan merupakan jenis unggul)," kata pembawa acara.

Selanjutnya, pengantin tersebut diletakkan di singgasana. Lalu, dimasukkan dalam mesin penggilingan, sebagai tanda dimulainya musim giling. Pernikahan tersebut merupakan simbol dari sebuah doa agar terjalin kerja sama yang baik antara petani dan pabrik gula, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas.

Berjalan Selamat

Sebelum proses pernikahan, karyawan PG Pangka berziarah ke makam Mbah Semdo di Kecamatan Kedungbanteng. Ritual pengambilan tebu dilaksanakan Jumat (11/5). Kemudian, Jumat malam diadakan walimahan dan ritual keliling pabrik sembari membaca doa bersama-sama. Selain itu, juga diadakan pergelaran wayang kulit.

"Melalui selamatan giling, diharapkan proses giling tahun ini akan berjalan selamat, karyawannya juga selamat, dan alat-alat berjalan dengan baik. Penggilingan akan dimulai Kamis (24/5) mendatang," kata Administrator PG Pangka Herwidodo, di sela-sela acara pernikahan tebu, kemarin.

Dijelaskannya, tebu yang akan digiling tersebut berasal dari 3.397 hektare lahan atau di atas target 3.382 hektare. Dibanding tahun sebelumnya, luas areal meningkat. Tahun lalu 3.155 hektare. Proses penggilingan melibatkan ribuan tenaga kerja. Tebu yang digiling diperkirakan mencapai 2,5 juta kuintal. (65)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA